PPAP NISEIKAI
Kata PPAP mungkin terdengar tidak asing di telinga siapapun yang mengetahui tentang lagu yang sangat terkenal tersebut. Namun, PPAP yang akan dibahas di artikel ini bukan merupakan lagu yang dinyanyikan oleh penyanyi bernama Pikotaro. PPAP yang ini merupakan sebuah departemen yang berada di bawah naungan himpunan mahasiswa Studi Kejepangan Niseikai Universitas Airlangga.
Kepanjangan dari PPAP sendiri merupakan Pengembangan Potensi Akademik dan Prestasi. Sesuai dengan namanya, PPAP memiliki visi misi untuk mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam bidang akademik yang dilaksanakan di luar jam kuliah. Ketika terdapat mahasiswa yang merasa kebingungan dengan mata kuliah bahasa Jepang yang dipelajari di kelas, mereka dapat mengikuti program kerja PPAP pada waktu yang telah ditentukan oleh pengurus. Dengan demikian, mahasiswa tidak harus selalu bergantung pada dosen dan pembelajaran di kelas saja, karena mereka dapat mengikuti kelas tambahan yang diadakan oleh PPAP.
PPAP memiliki tidak hanya satu program kerja melainkan memiliki beberapa yang sebagian besarnya berupa kelas pengajaran yang nantinya akan dipandu oleh teman sebaya, kakak tingkat atau mahasiswa dari Jepang. Program kerja tersebut antara lain adalah Kanji Club, Benkyoukai, dan yang baru adalah Nihongo no Hi.
Yang pertama yaitu, Kanji Club. Kanji merupakan aksara Jepang yang awalnya berasal dari Tiongkok yang memiliki jumlah mencapai ribuan karakter, oleh karena itu mempelajari huruf kanji bukan termasuk hal yang mudah. Mempelajari dan menghafalkan huruf kanji merupakan suatu keharusan seorang mahasiswa Studi Kejepangan, dan ketika melihat banyak mahasiswa yang merasa kesulitan dalam menghafalnya, maka departemen PPAP mengadakan kelas untuk membantu mereka dalam menghafalkan huruf kanji yang dinamakan Kanji Club. Kelas kanji club yang diadakan pada tahun ini cukup berbeda, karena kelasnya dibagi berdasarkan tingkat kesulitan. Beberapa kelas tersebut antara lain adalah Kanji Club level N3, N4, dan N5. Semua kelas tersebut diadakan untuk memfasilitasi mahasiswa yang berkeinginan untuk berpartisipasi dalam lomba Kanji Cup.
Yang kedua yaitu, Benkyoukai. Dalam prodi Studi Kejepangan, bahasa Jepang diajarkan mulai dari nol. Tidak jarang juga terdapat mahasiswa yang merasa kesulitan dalam beradaptasi maupun memahami pembelajarannya yang mengandung banyak sekali kosakata dan tata bahasa juga berbeda dengan bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Dengan demikian, departemen PPAP mengadakan kelas Benkyoukai (yang secara bahasa berarti suatu pertemuan untuk belajar) untuk membantu mahasiswa Studi Kejepangan yang kesulitan. Departemen ini tidak hanya menargetkan mahasiswa yang sedang menjalankan kuliah, namun juga calon mahasiswa Studi Kejepangan yang akan memasuki dunia perkuliahan yang bertujuan agar mereka tidak kaget dengan pembelajaran di kelas ketika sudah masuk kuliah. Sama dengan Kanji Club, kelas dalam program kerja ini juga dibedakan menjadi beberapa tingkatan yaitu Benkyoukai level N3, N4, dan N5. Kelas-kelas tersebut diadakan untuk memfasilitasi mahasiswa yang berkeinginan untuk mengikuti ujian JLPT.
Yang ketiga yaitu, Nihongo no Hi. Berbeda dengan program kerja lainnya, Nihongo no Hi bukan berbentuk kelas. Nihongo no Hi (secara bahasa berarti hari bahasa Jepang) merupakan kegiatan berbicara dan berkomunikasi menggunakan bahasa Jepang yang diadakan pada hari tertentu setiap minggunya. Pada hari tersebut, seluruh mahasiswa Studi Kejepangan diharapkan menggunakan bahasa Jepang secara penuh ketika berkomunikasi dengan teman maupun dengan dosen di kelas. Program kerja ini bertujuan agar mahasiswa dapat belajar membiasakan diri dengan bahasa Jepang.
Yang keempat yaitu, Niseichan. Program kerja ini merupakan kolaborasi dari departemen PPAP dan departemen Kominfo Niseikai. Niseichan merupakan suatu media yang berisi tentang info-info menarik seputar Kejepangan. Terdapat juga podcast berisi bahasan menarik yang cocok untuk menemani ketika belajar. Untuk info lebih lanjut, silahkan cek akun @niseichan di instagram.
Namun, karena adanya pandemi yang berlangsung dalam waktu yang lama, terdapat beberapa program kerja PPAP yang mustahil untuk dilaksanakan. Program kerja tersebut yaitu, Kaiwakai, Kanji Club, dan Benron Taikai. Karena adanya keterbatasan kontak langsung dan media yang memadai, pengurus memutuskan untuk tidak melanjutkan proker-proker tersebut.
Demikian penjelasan departemen PPAP Niseikai periode 2020-2021 beserta program kerjanya. Semoga seluruh program kerja PPAP Niseikai untuk periode selanjunya berjalan dengan lebih baik dan sebagaimana mestinya.


