Prepare Your Career Prepare Your Future
Divisi Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) di bawah Himpunan Mahasiswa Departemen Studi Kejepangan Universitas Airlangga telah mengadakan webinar Bimbingan Potensi Diri (BIPODI) seri 3 “Prepare Your Career Prepare Your Future”. Webinar yang diselenggarakan pada Minggu, 22 Agustus 2021 ini telah dihadiri oleh mahasiswa, alumni dan alumnus, maupun dosen. Webinar sharing sesion ini telah mengundang salah satu narasumber yang berprofesi sebagai interpreter, yaitu Harun Junisal. Selain itu, webinar ini juga dimoderatori langsung oleh salah satu mahasiswa Studi Kejepangan, yaitu Putri Anggraini K. yang selaku wakil ketua Hima Niseikai. Dalam kesempatan acara ini, webinar BIPODI seri 3 dilaksanakan melalui live instagram niseikai. Namun dengan begitu, tidak mengurangi semangat dan antusiasme dari panitia dan peserta khususnya pada acara webinar ini.
Acara sharing sesion ini dimulai ketika sang moderator bertanya kepada narasumber mengenai pengalamannya yang pernah bekerja atau magang di luar bidang studinya pada saat masa-masa kuliah. Pertanyaan pertama ini memancing penasaran para peserta khususnya mahasiswa yang sedang fokus mempersipakan kariernya. Dalam perbincangannya, narasumber menyampaikan bahwa kita perlu mempersipakan diri di langkah awal, terutama di lingkup universitas, seperti memperkuat bidang akademik kita, yaitu dengan mengikuti magang, menjadi guru les, dan kegiatan lain yang bisa meningkatkan skill. Selain dalam bidang akademik yang diprioritaskan, lingkungan yang positif juga perlu didukung, seperti teman yang selalu mensupport, mampu diajak kerja sama, dan memperbanyak kreativitas. Sebagai mahasiswa juga bukan hanya aktif dalam bidang akademiknya saja. Akan tetapi, kegiatan luar yang menunjang bakat kita pun juga perlu diperhatikan. “Lebarkan sayap yang kalian punya. Tidak ada ruginya, jadi prepare lah dari sekarang. Perkuat basic dan jangan lupa kuliah juga harus diselesaikan.” Ucapnya dalam pertengahan pembahasan.

Terlihat dari kolom chat bahwa para peserta sangat antusias dalam mengikuti acara webinar sharing sesion ini, sehingga ada sebuah pertanyaan yang bisa memperdalam dikusi ini, yaitu tentang cara mencari peluang untuk bisa melebarkan sayap kita. Peran pertama yang harus kita pegang adalah keaktifan dalam kegiatan, seperti mengikuti lomba, memberanikan diri untuk bertanya, dan jangan pernah ragu dalam mendekati peluang. Kemudian peran koneksi pun juga perlu diperhatikan agar kita bisa dilirik dan diajak bekerja sama. Dalam hal ini bisa memunculkan keberanian dalam diri kita. Selain itu, apakah softskill dan kritis juga perlu? Tentunya dua kata tersebut sangat berpengaruh dalam diri kita. Hal ini dapat kita terapkan lingkungan dan mengembangkan kemampauan apa yang kita miliki.
Selain itu, narasumber juga mendapatkan pertanyaan tentang gambaran masa depan yang seperti apa yang perlu dipikirkan sekarang. Menurutnya kita perlu memvisualisasikan apa yang diinginkan tanpa adanya keraguan dan kekhawatiran. Karena pada dasarnya, ini adalah cara alam bawah sadar kita dalam memberikan semangat. Hal ini sangat berdampak dalam mempermudah menemukan point-point visulisasi. Selain fokus terhadap visualisasi, kita juga perlu memperhatikan cara belajar yang baik, agar visulisasi dapat berjalan. Dengan demikian, konsentrasikan diri kita masing-masing untuk mendapatkan masa depan.
Seperti yang diketahui bahwa narasumber merupakan seorang interpreter. Dalam perbincangannya yang sangat menarik ini, narasumber juga menyinggung tentang tips dan trick yang harus dipersiapkan. Akan tetapi, yang menjadi point penting baginya adalah bagaimana cara kita membaca tentang level dunia pasar. “Sedikit cerita bahwa dalam dunia interpreter sekarang yang paling aman bagi mahasiswa lulusan bahasa Jepang adalah memiliki sertifikat JLPT N2, hal ini dikarenakan dapat mempermudah peluang kita dalam meyakinkan perusahaan yang kita tuju.” Ucapnya dengan sangat antusias. Selain itu, jika kita ingin terjun dalam dunia interpreter, apakah harus memiliki pengalaman menjadi interpreter? Masuk dalam dunia interpreter bukan hanya dipilih dari pengalamannya saja, tetapi bisa menonjolkan sisi prestasinya dalam dunia akademik. Persiapkanlah dengan matang dalam bidang penerjemahan dan tampilkanlah yang terbaik.
Masuk dalam pembahasan interview, menurut narasumber yang harus perlu diperhatikan yaitu cara kita menjawab dengan tegas dan sopan. Pakailah bahasa-bahasa yang mampu meninggikan lawan bicara. Selain itu, dalam interview berlangsung perlu adanya pemaparan tentang prestasi kita, “ucapkanlah dengan jujur sesuai dengan pengalaman kalian” pesannya dengan tegas. Dan juga kita jangan terlalu mengandalkan kemampuan bahasa lisannya saja, tetapi bahasa tulis pun perlu diimbangi.
Dalam sharing sesion kali ini, narasumber juga menyinggung hubungan antara karier dengan orang tua. Hal ini merupakan sebuah penyakit yang sering ditemui oleh setiap mahasiswa. Seperti yang diucapkan oleh narasumber, jadilah pendengar yang baik dari kekhawatiran orang tua kita. Ini merupakan petunjuk untuk bisa bertemu dengan jalan ketekunan dan karier kita. Karena pada dasarnya, kekhawatiran tersebut merupakan point plus yang bisa mengantarkan kita kepada masa depan.
Sebelum acara webinar sharing sesion ini ditutup, narasumber juga menyampaikan tips dan tirck belajar di waktu pandemi. Pesannya yang bisa disimpulkan yaitu berbanyakah membaca, sharing dengan teman-teman, upadate pengetahuan tentang Jepang, dan memperbanyak diri dalam melatih kemampuan berbahasa Jepang. Di penghujung acaranya ada satu quotes yang bisa memberikan sambaran semangat kepada peserta, “ Tulislah apa yang ingin kalian tulis, karena tulisan itu tidak akan pernah hilang.” Ucapnya sebelum acara webinar sharing sesion ditutup.
Webinar ini resmi ditutup pada pukul setengah sembilan malam. Hal yang menarik dari webinar ini selain mendapat ilmu yang sangat bermanfaat, webinar ini pun juga mengadakan giveaway kepada para peserta, yaitu dengan cara mescreenshot acara live ig ini, menulis pesan dan kesan selama mengikuti sharing, dan para peserta juga jangan lupa menandai akun instragram Hima Studi Kejepangan dan Kak Harun.


