• "Bernafas dalam keberagaman"
  • "Sastra Indonesia sebagai Cermin dan Penguat Identitas Bangsa"
  • "Putu Wijaya dalam Monolog"
  • "Sarasehan Alumni"
  • "Malam Chairil Anwar"
  • "Seminar Malam Chairil Anwar"

Membaca Puisi, Mengenang Lan Fang, Merayakan Sastra

Lan Fang, salah seorang sastrawan yang berasal dari Surabaya, meninggal pada 25 Desember 2011 lalu karena kanker. Namun, karya-karya serta kebaikannya dikenang tetap dikenang spara sahabatnya dan banyak orang. Hal inilah yang mendorong FIB bekerja sama dengan para sahabat Lan Fang menggelar acara tribute to Lan Fang "Lan Fang & Karya-karyanya". Acara yang diadakan Senin, 5 Maret 2012, dan merupakan bagian dari Festival Lan Fang ini menghadirkan 2 orang pembicara yaitu Budi Darma, Sastrawan Surabaya dan mantan Rektor UNESA, dan Indra Tjahyadi. Acara dibuka dengan penampilan dari BSO Musik FIB lalu dilanjutkan dengan musikalisasi puisi yang dibawakan oleh beberapa mahasiswa FIB antara lain Rizal, Ryma, Dini, Dilo, Cindy, dan Erick. Mereka membawakan salah satu puisi Lan Fang yang berjudul "9 Rubaiyat Langit dan Hujan." Pascasambutan yang diberikan oleh Dekan FIB, salah seorang sahabat Lan Fang, Winna Bojonegoro berkesempatan untuk menceritakan kisah hidup seorang Lan Fang. "Lan Fang adalah seniman, penulis yang konsisten di bidangnya. Sejak tidak bekerja, dia berani mendeklarasika dirinya penulis," tutur wina. "Selain seorang penulis, Lan Fang juga seorang humanis. Ia sanga peduli dengan orang-orang di sekitarnya padahal ia saat itu juga dalam keadaan sakit," kenangnya. Indra Tjahyadi selaku pembicara pertama membuka perbincangannya dengan membacakan puisi yang berjudul "Enam Sonet Bunga Tidur." "Bagi saya, Lan Fang mampu menulis dalam 2 genre prosa dan puisi. Sastrawan saat ini, terutama perempuan, jarang yang bisa menulis dalam 2 genre," kata Indra. Ia juga menambahkan bahwa puisi-puisi Lan Fang tampil dengan semangat multikulturalisme. Menurutnya, Lan fang menyatu dalam karya-karyanya. Pembicara kedua, Budi Darma, sepakat dengan Indra Tjahyadi bahwa banyak karya Lan Fang yang multikultural. Lan Fang memulai karyanya sejak remaja, menulis dengan intensitas yang tinggi. Budi darma menuturkan, ada perbedaan yang mendasar pada karya Lan Fang dulu dan yang terakhir. "Dulu semua serba rapi, serba tertata. Namun, akhirnya semua serba ketergesaan. Cerita yang ditulisnya serba tergesa untuk diselesaikan, plot makin kabur dan tidak jelas," ungkapnya. Lan Fang bukanlah seorang penulis absurd/surealis, ia adalah pengarang tradisional yang menulis secara realisme. Dalam cerpennya "Yang Liu" ada kemiripan tokohnya dengan Lan Fang. Sepertinya Lan Fang sudah mengendus adanya kematian itu dan novel Ciuman di Bawah Hujan menjadi novelnya yang terakhir. Menjawab pertanyaan salah satu mahasiswa peserta tentang hubungan "9 Rubaiyat Langit dan Hujan" dengan penulisnya, Indra Tjahyadi berkata bahwa bisa saja karya tersebut ada kaitannya dengan penulis. Namun dalam interpretasinya, Indra menangkap bahwa "9 Rubaiyat Langit dan Hujan" itu merupakan upaya Lan Fang untuk menghidupkan optimisme dirinya. Dalam tradisi Tionghoa, langit dan hujan adalah hal yag baik. Budi Darma menambahkan, "Seorang yang pandai pasti punya beberapa keahlian, tetapi ada satu yang paling ditonjolkan. Lan Fang muncul sebagai pengarang, bukan sebagai penyair. Namun, kemahiran Lan Fang sebagai penyair masuk ke dalam novel-novelnya." Rangkaian Festival Lan Fang tidak berakhir di auditorium FIB, karena pada tanggal 11 Maret 2012, bertempat di Atrium PTC , Pakuwon, acara puncak dari rangkaian acara yang digelar sejak Januari lalu dilaksanakan. Dengan pembacaan puisi tenpa henti selama sehari. Beberapa mahasiswa FIB juga turut berpartisipasi dalam acara tersebut sebagai pembaca puisi dan penampilan musikalisasi puisi. (Ria-10)

BERITA TERBARU

BERITA SEBELUMNYA

Testimoni

Berisi pendapat-pendapat dari Alumni Departemen Sastra Indonesia selama menjalani sebagai mahasiswa Departemen Sastra Indonesia.

Berita Terbaru

Berisi berita-berita dari Departemen Sastra Indonesia dan Fakultas Ilmu Budaya.

Karya Terbaru

Berisi karya dari Dosen dan Mahasiswa Departemen Sastra Indonesia.