Fakultas Ilmu Budaya

image

K.H. Imam Chambali, mengenakan batik coklat, sedang menyampaikan ceramahnya,didampingi oleh Mochtar Lutfi, S.S., M.Hum, mengenakan batik biru, sebagai pembawa acara.

               Beberapa hari ke depan, bulan suci ramadhan akan hadir mewarnai keseharian selama tiga puluh hari lamanya. Dalam menyambut bulan penuh ampunan, dibutuhkan kesiapan kondisi jasmani dan situasi rohani yang mapan. Karena itu, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (Unair) menyelenggarakan acara Pengajian Jelang Ramadhan bertema “Menyiapkan Diri Menyongsong Ramadhan”.

Pengajian berlangsung secara hybrid; luar jaringan (luring) di Ruang Siti Parwati dan dalam jaringan (daring) di aplikasi zoom cloud meeting pada 31 Maret 2021. Acara berlangsung khidmat diikuti oleh segenap sivitas akademika FIB Unair, baik yang hadir secara terbatas di kampus, maupun yang mengikuti secara daring. Pada pengajian kali ini, ceramah disampaikan oleh K.H. Imam Chambali pengasuh Pondok Pesantren Mahasiswa Al-Jihad Surabaya dan didampingi oleh Mochtar Lutfi, S.S., M.Hum., sebagai pembawa acara.

Prof. Dr. Purnawan Basundoro, S.S., M.Hum., Dekan FIB Unair, saat membuka acara mengungkapkan kebahagiaannya atas terselenggaranya pengajian di dalam kampus untuk pertama kalinya setelah sekian lama terjeda oleh situasi pandemi. Pengajian kali ini menjadi lebih istimewa karena spesial digelar dalam rangka menyambut bulan suci ramadhan.

“Pandemi telah menyebabkan kegiatan pengajian bulanan seperti hari ini, dalam beberapa waktu terakhir tidak bisa dilaksanakan. Dan, Alhamdulillah, akhirnya pada pagi hari ini, bersama almukarom K.H. Imam Chambali, Insyallah kita bisa memperoleh siraman rohani kembali sehingga lubuk hati kita yang terdalam tidak gersang. Hal ini diharapkan akan membantu kita menyiapkan diri menjalani bulan suci ramadhan yang sebentar lagi datang”, ungkap Prof. Purnawan.

Pasca sambutan Prof. Purnawan, K.H. Imam Chambali berkesempatan menyampaikan ceramahnya.  Pemilik Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Bryan Makkah Surabaya tersebut memulai ceramahnya dengan ungkapan syukur. “Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah”, ucapnya.

“Kata pertama yang diucap ketika mengingat dan mengetahui bulan ramadhan akan segera datang adalah Alhamdulillah karena beberapa alasan. Pertama, bersyukur karena kita dikaruniai oleh Allah keimananan untuk menjadi bagian dari bulan suci ramadhan tahun ini. Kedua, bersyukur atas nikmat sehat sehingga kita bisa mengikuti pengajian dan bersiap menjalani ibadah puasa ramadhan. Ketiga, bersyukur karena FIB Unair bisa menyelenggarakan kajian al Islam di tengah pandemi dengan menerapkan protokol kesehatan”, ujar Kyai Chambali.

Kyai Chambali menuturkan bahwa keyakinan harus berada di atas ikhtiar, jangan sampai usaha yang dilakukan mengalahkan keimanan yang dimiliki. Karena itu, beliau sangat mengapresiasi pengajian yang diselenggarakan dalam rangka menyambut bulan ramadhan ini. Selain itu, Kyai Chambali juga menyampaikan ciri-ciri orang bertaqwa kepada Allah SWT dengan menukil Al-Qur’an Surat Ali Imron ayat 134-135.

“Terkait orang taqwa ini, nanti akan ada kaitannya dengan ibadah puasa ramadhan yang akan kita jalani sebentar lagi. Ciri-ciri orang taqwa; Pertama, dia adalah orang yang dermawan. Kedua, orang yang sabar. Ketiga, mau memaafkan kesalahan orang lain. Keempat, orang yang mau bertaubat”, jelas Kyai Chambali.

Pengajian ditutup dengan munajat doa yang dipimpin oleh K.H. Imam Chambali. Beliau juga mendoakan kelancaran dan kemudahan proses pembukaan program studi S3 yang dalam waktu dekat akan segera direalisasikan oleh FIB Unair. (slh)

Open chat
Ada yang bisa kami bantu ?