Fakultas Ilmu Budaya

image

Dokumentasi kunjungan Philippe Peycam di FIB Unair

Philippe Peycam Direktur IIAS Kunjungi FIB Unair

Penulis : Muhamad Rohman Obet | Editor : Moch. Sholeh Pratama

Philippe Peycam Direktur International Institute for Asian Studies (IIAS) berkunjung ke Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (Unair) pada tanggal 19 Agustus 2022. Kunjungan tersebut dalam rangka membahas rencana kegiatan dan kerjasama antara FIB Unair dengan IIAS.

Kunjungan Philippe Peycam disambut oleh Wakil Dekan III FIB Unair Lina Puryanti, Ph. D., ketua dan sekretaris program studi di lingkungan FIB Unair dan dihadiri oleh Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).

Dalam kunjungan tersebut Philippe menjelaskan bahwa IIAS merupakan pusat studi Asia yang berkantor di Leiden, Belanda, tepatnya di Universiteit Leiden. IIAS tidak hanya bergerak dalam riset melainkan juga menggarap bidang edukasi dan pendampingan masyarakat.

“IIAS memang lembaga yg didirikan (pemerintah) Belanda, namun tidak mempunyai arah untuk agenda (pemerintah) Belanda,” terang Philippe. Visi dari IIAS adalah terkait internasionalisasi khususnya kajian Asia dalam dunia akademik

Philippe sendiri mempunyai latar belakang sebagai seorang sejarawan, dengan fokus kajian Sejarah Vietnam. Sebagai seorang sejarawan, Philippe melihat Surabaya sebagai kota yang potensial dengan latar belakang sejarahnya.

“Surabaya merupakan kota kedua terbesar dan mempunyai sejarah yang unik,” jelas Philippe.

Diketahui, Philippe Peycam sebelumnya pernah berkunjung ke FIB Unair dalam rangka kegiatan Southeast Asia Neighborhoods Network (Seannet) dengan tuan rumah Surabaya pada Tahun 2017. Surabaya lebih tepatnya FIB Unair dan Kampung Peneleh terpilih sebagai host pertama dari kunjungan Seannet pada programnya yang pertama.

Lina Puryanti menyampaikan harapannya bahwa dengan datangnya Phillipe, FIB Unair dapat meluaskan program internasionalisasinya. Dengan begitu, FIB Unair berusaha untuk menyusun berbagai rencana yang juga sesuai dengan apa yang diharapkan oleh pihak IIAS.

Diantara rencana kegiatan dengan IIAS adalah seminar terkait kajian Asia Tenggara, Koneksi Samudera Hindia dan Koneksi Asia-Afrika. Dengan diadakannya kegiatan tersebut, diharapkan dapat mengajak berbagai negara untuk berbagi sejarah dengan bangsa Indonesia.

Dalam rencana kegiatan tersebut, Lina menginginkan tidak hanya dosen dari FIB Unair saja yang ikut, melainkan juga melibatkan mahasiswa.  Ke depan FIB Unair dan IIAS berencana mengadakan strategic meeting untuk membahas beberapa kegiatan tersebut.

Lina juga mengingatkan bahwa internasionalisasi merupakan kegiatan yang harus dikerjakan secara bersama-sama.

“Sehingga saya berangan-angan agar semua dosen mempunyai kesempatan untuk ke luar negeri,” pungkas Lina.

Open chat
Ada yang bisa kami bantu ?