Fakultas Ilmu Budaya

image

Penerbitan Majalah LPM SITUS Edisi 2022 “Surabaya Undercover, Melihat Surabaya dari Sisi Lain”

Rendahnya minat baca merupakan salah satu ancaman yang dapat mengganggu peningkatan kualitas sumber daya manusia di segala bidang. Rendahnya minat baca juga dapat menurunkan manfaat utama daripada media. Padahal, media menjadi hal yang mutlak diperlukan sebagai kemampuan dasar berpikir kritis untuk hidup di zaman sekarang ini. Manfaat utama media yakni memberikan informasi guna menambah wawasan. Setiap hari kita dihadapkan ribuan informasi. Kita dituntut untuk selektif, kritis dan cerdas dalam memilih maupun menggunakan informasi mana yang akan kita respon. Sayangnya, kenyataan yang ada disekitar kita adalah semakin menurunnya daya pikir kritis masyarakat, terutama mahasiswa. Ketertarikan mereka terhadap media kebanyakan bukan didasari rasa ingin tahu terhadap informasi atau ingin menambah wawasan. Tetapi karena untuk hiburan belaka. Kenyataan yang lain adalah, mahasiswa kita masih lebih menggemari membuka media gadget seperti Whatsapp, BBM, Line, Facebook dan Instagram ketimbang membaca. Sebagai mahasiswa, sudah sepatutnya tahu bahwa membaca menjadi satu hal yang penting selain untuk menambah wawasan dapat juga menciptakan sumber daya manusia yang cerdas, edukatif, kreatif, inovatif dan kritis sebagai tonggak kemajuan negara ini. Ironisnya, pesatnya pertumbuhan media di Indonesia tidak disertai dengan meningkatnya kepandaian membaca dan menulis, tingkat literacy media pada mahasiswa. Mahasiswa cenderung konsumtif terhadap media. Budaya membaca harus dimiliki oleh seluruh mahasiswa, tidak hanya membaca tetapi juga dengan berkarya dan memproduksi. Tidak hanya untuk para orang tua, guru sekolah, dosen, tokoh agama atau para pembuat kebijakan, budaya membaca media, sikap kritis dalam mengkonsumsi media harus dimiliki oleh golongan yang secara langsung menjadi penikmat dan sasaran utama media yaitu mahasiswa itu sendiri. Apa yang telah dituturkan diatas menunjukkan kepada kita beberapa hal yang melatarbelakangi kami untuk menerbitkan majalah. Sebagai lembaga pendidikan kita butuh membentuk media sebagai wadah guna menciptakan suasana yang menggambarkan minat baca tinggi, terlebih di kalangan mahasiswa. Begitu banyaknya ragam media di sekitar kita akan tetapi, semua media tersebut hanya dapat memberikan manfaat bagi kita yang memanfaatkannya. Sedangkan, kecil kemungkinan untuk mempublikasikan karya para mahasiswa. Oleh karena itu, pembentukan majalah sekolah sebagai media yang bersedia menerima karya-karya mahasiswa, sangat perlu dibentuk. LPM SITUS sebagai lembaga pers di lingkungan mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya berencana menerbitkan majalah dengan tema “Surabaya Undercover, Melihat Surabaya dari Sisi Lain”. Majalah ini bertujuan untuk mengulik sisi lain dibalik gemerlapnya kota Surabaya. Diharapkannya majalah tersebut mampu mewadahi aspirasi masyarakat Surabaya dan memberikan pengetahuan baru bagi mahasiswa Universitas Airlangga.

Open chat
Ada yang bisa kami bantu ?