Fakultas Ilmu Budaya

image

Potret penampilan mahasiswa di Joglo FIB Unair

Penulis: Jagad Marsela Eka Putri | Editor: Moch. Sholeh Pratama

Fasilitas kampus yang kian lengkap, mendorong sekelompok mahasiswa FIB  Unair menghelat mimbar seni pada 9 Juni 2022. Kegiatan diberi nama ‘Mimbar(t)’ ditujukan untuk menjadi ruang ekspresi mahasiswa.

Kegiatan tersebut terselenggara berkat semangat memperkuat eksistensi seni dan sastra pasca pandemi. Abdulrahman Oka Fahrudzin sebagai salah satu penggagas kegiatan, mengungkapkan bahwa kegiatan menyasar mahasiswa secara luas.

“Untuk sasarannya sendiri tidak mematok pada kelompok tertentu. Karena Mimbar(t) sendiri lahir atas  dasar keresahan terhadap eksistensi seni sastra yang mulai redup pasca pandemi. Kebetulan kita mencoba untuk memulai dari lingkup kampus, kami juga punya rencana untuk melaksanakan kegiatan di luar kampus,” jelas Oka.

“Kami juga berkolaborasi dengan beberapa komunitas. Seperti, Malam Puisi Sidoarjo, Komunitas Keledai Dungu, teman-teman dari UINSA dan yang terakhir kemarin dari teman-teman STKW (Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta) ikut beragabung dalam acara,” sambung Oka.

Oka mengatakan tidak berekspektasi tinggi terkait partisipasi. Semangat, antuasiasme, dan konsistensi dari teman-teman yang hadir cukup menjadi bahan bakar untuk terus menyalakan kegiatan ini. Oka mengaku sempat bertanya kepada partisipan mengenai kelayakan Mimbar(t) untuk dilanjutkan. Alhamdulillah mendapat respon sangat baik.

“Banyak yang setuju kegiatan ini terus dilaksanakan. Mengingat selain menghidupkan kembali seni sastra, adanya Mimbar(t) bisa mewadahi teman-teman yang punya minat di bidang sastra. Mimbar(t) bisa menjadi panggung percobaan bagi teman-teman yang memiliki minat tapi masih kurang percaya diri” paparnya

“Dalam serangkaian kegiatan Mimbar(t) ini tidak terbatas sampai pada ruang lingkup pembacaan sastra saja. Akan tetapi Mimbar(t) akan menjadi ruang uji coba untuk bisa menyampaikan ekspresi segala bentuk seni, speerti seni lukis (pameran), musik, bahkan kesenian ludruk. Namun hal itu masih akan terus kami godok” tandasnya.

Di akhir sesi, Oka menyampaikan harapannya bahwa dengan adanya Mimbar(t) ini semua mahasiswa dapat ikut serta merawat eksistensi dari seni atau sastra. Sekalipun tindakan yang dilakukan tidak harus andil dalam mengisi acara, melainkan juga bisa dengan kehadiran untuk mengapresiasi teman-teman yang lain tampil sudah bisa dikatakan sebagai merawat dan melestarikan seni itu sendiri. 

Kegiatan Mimbar(t) ini sekaligus sebagai bentuk dukungan dari sivitas akademika FIB Unair terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) untuk indikator Sustainable Cities and Communities dan Quality Education.

Open chat
Ada yang bisa kami bantu ?