Fakultas Ilmu Budaya

image

Festival budaya merupakan kegiatan rutin yang diadakan BEM FIB Unair dalam rangka menyemarakkan hari jadi FIB ke-23, disambut dengan antusiasme yang meriah. Festival ini digelar dalam rangka menghubungkan orang-orang yang memiliki latar belakang sosio-culture berbeda menjadi satu sehingga menghasilkan keberagaman yang bisa diterima dan saling menghargai. Nilai inilah yang ingin diangkat pada “Festival Budaya 2021: Cultural-Harmony”.

Festival budaya 2021 dimeriahkan dengan rangkaian kompetisi baca puisi dan fotografi sejak 2 Oktober-14 November 2021. Kompetisi ini terbuka untuk masyarakat umum tanpa memandang usia.

Disamping kompetisi tersebut, rangkaian Festival budaya dimulai dengan webinar (27/11/21) dengan tajuk “The balance of socio-culture life”, dengan pemateri Dr. Listiyono Santoso, S.S., M.Hum (Dosen fib Unair) dan Zhafira Aqyla (Mahasiswa Osaka University). Webinar tersebut diikuti kurang lebih 300 peserta baik dari mahasiswa Unair maupun masyarakat umum dan dilakukan melalui media zoom.

Angklung Percussion

Puncak pada acara ini berlangsung pada hari Sabtu, 4 Desember 2021 yang disiarkan secara langsung melalui kanal youtube Festival Budaya. Festival budaya 2021 dibuka dengan penampilan dari Surabaya Angklung Percussion. Surabaya Angklung Percussion membawakan lagu Rek ayo rek, Jembatan merah, dan Surabaya yang mengingatkan akan keindahan serta perjuangan masyarakat Surabaya. Keindahan perpaduan alat musik yang berasal dari bambu dan 2 pengiringnya menjadikan pembuka yang sempurna pada malam puncak festival budaya 2021. Penampilan Surabaya Angklung Percussion ditujukan sebagai bentuk pengenalan dan pelestarian kebudayaan Indonesia.

Setelah meriahnya penampilan angklung, Festival Budaya 2021 dibuka oleh Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unair Prof. Dr. Purnawan Basundoro. “Berbagai macam ragam budaya, berbagai macam ragam etnis hendaknya mengingatkan diri menjadi satu kesatuan. Walaupun kita berbeda-beda tetap harus satu kesatuan sebagaimana semboyan kita bhineka tunggal ika”, ungkap beliau.

 Acara dilanjut dengan pemotongan tumpeng oleh Dekan FIB Unair, ketua dan wakil ketua BEM FIB Unair, dan ketua pelaksana festival budaya 2021. Pemotongan tumpeng menjadi bentuk simbolis malam puncak Festival Budaya 2021 telah dimulai.

Pada pembukaan Festival Budaya 2021 ketua pelaksana, Dewayu mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang membantu dan memeriahkan acara ini hingga berjalan dengan sukses. Dewayu menyampaikan, “Semoga festival budaya selalu sukses, lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya dan juga sebagai wadah teman-teman komunitas luar maupun teman-teman BSO dan Ormawa yang ada di FIB”.

“Festival budaya merupakan salah satu sebagai bentuk peringatan dies natalis fakultas kita tercinta. Sejak Desember 1998 founding father FIB yang sudah semestinya kita warisi kegigihannya dalam membangun fakultas ilmu budaya ini, seperti slogan dari fib unair membangun negeri berbasis tradisi”, ucap  ketua BEM FIB Unair, Janni Akbar pada pidato pembukanya dan diakhiri dengan jargon yang meriah.

Kemeriahan acara dilanjutkan dengan penampilan BSO dan Ormawa. Penampil pertama Alpha Cheerleading dengan penampilan cheers yang telah dilatih secara profesional sehingga memukau para penonton. Lalu dilanjut dengan tarian khas jepang yang dipersembahkan oleh Niseikai Yosakoi. Niseikai Yosakoi membuat keberagaman suasana di Festival Budaya semakin terasa.

Penampilan selanjutnya yakni Fibra Dance, kemeriahan dan semangat yang membara terlihat jelas pada setiap gerakannya. Fibra Dance mengkolaborasikan tarian tradisional dengan modern dengan instrumen pengiring yang sesuai. Setelah penampilan dari Fibra Dance, pembawa acara mengumumkan juara Lomba Festival Budaya 2021. Pemenang lomba fotografi dan baca puisi diwakilkan untuk menerima hadiah oleh panitia.

Tak berhenti di situ saja, kemeriahan acara Festival Budaya masih dilanjutkan dengan penampilan Teater Ģapus. Teater Gapus berhasil membawa suasana kepada para penonton dengan karya dari Adnan Guntur yang berjudul “Di jendela ada di atas batu”. Setelah itu, BSO Musik FIB tampil dengan membawakan lagu yang mudah dinyanyikan bersama dengan para penonton dan kemeriahan masih terus berlanjut hingga penampilan terakhir dari guest star utama malam puncak festival budaya 2021 yaitu  “Musikawan”. Band yang beranggotakan 5 orang tersebut menutup acara Festival Budaya dengan lagu-lagunya yang ciamik.

Segala aspek pada malam puncak Festival Budaya 2021 seperti protokol kesehatan, dekorasi, berbagai penampilan mulai dari Surabaya Angklung Percussion, BSO Ormawa, hingga bintang utama dari musikawan, menggambarkan tema utama dari acara tersebut yaitu cultural-harmony. Perjuangan panitia dan segala pihak yang membantu untuk mensukseskan acara ini usai, namun bukan berarti perjuangan kita untuk selalu mempertahankan dan memperkenalkan budaya Indonesia tidak berhenti begitu saja. Salam budaya!

Open chat
Ada yang bisa kami bantu ?