Fakultas Ilmu Budaya

image

Momen tim PHP2D HMD Bahasa dan Sastra Indonesia bersama warga Desa Buncitan melakukan penghijauan di kawasan Candi Tawangalun, Sidoarjo.

Kondisi kritis Candi Tawangalun yang minim tumbuh-tumbuhan memperoleh perhatian khusus dari tim PHP2D HMD Bahasa dan Sastra Indonesia. Fakta hidup tersebut membuat situs cagar budaya yang terletak di Desa Buncitan, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo itu kurang memiliki daya tarik.

Guna memperindah kawasan candi, pada 25 November 2021 tim PHP2D HMD Bahasa dan Sastra Indonesia menggandeng warga setempat untuk melakukan penghijauan. Selain beberapa warga, kepala Desa Buncitan beserta jajarannya, Komunitas Family Tawangalun, Karang Taruna dan Santri Tiban turut andil dalam kegiatan tersebut. ‘Tujuannya untuk memperindah kawasan Candi Tawangalun, serta untuk memberikan lahan hijau agar kawasan candi tidak terlalu gersang’ ujar Lailatul Badriyah selaku penanggung jawab kegiatan.

Beberapa jenis tumbuhan yang ditanam diantaranya buah-buahan; dondong dan sawo, luntas, dan bunga. Selain itu, secara sukarela warga membawa beberapa bibit tumbuhan untuk ditanam di kawasan Candi Tawangalun.

Laila menyebut kegiatan penghijauan kawasan candi tersebut memperoleh respon positif dari warga setempat.

‘Masyarakat sangat antusias, sebab sebelumnya belum pernah ada kegiatan penghijauan. Selain itu kami juga memasang jaring dipinggiran kawasan candi agar tanaman tidak lagi dimakan oleh kambing yang dilepas liar’ pungkasnya.

Mengangkat tema program berjudul ‘Tawangalun Lestari: Pemberdayaan Candi Tawangalun di Desa Buncitan, Kecamatan Sedati sebagai Kawasan Tourism Berbasis Sosiokultural’, kegiatan yang disokong oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) tersebut turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) untuk poin Sustainable Cities and Communities. (slh)

Open chat
Ada yang bisa kami bantu ?