Fakultas Ilmu Budaya

image

Nilna Maulida saat berfoto di depan FIB Unair.

Di tengah pandemi, pundi-pundi torehan prestasi konsisten diraih oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (Unair). Terbaru, dalam ajang pemilihan mahasiswa berprestasi (Pilmapres) Unair tahun 2021 yang diselenggarakan oleh Direktur Kemahasiswaan Unair, Nilna Maulida, mahasiswa Bahasa dan Sastra Inggris angkatan 2018, meraih Juara 3 Mawapres kategori sarjana.

Mahasiswa yang sebelumnya menyandang Juara 1 Mawapres FIB Unair tahun 2021 tersebut bersaing ketat dengan para delegasi Mawapres fakultas di lingkup Unair. Dalam perjalanannya, Nilna Maulida mengikuti serangkaian tahapan pemilihan sejak 5 Mei untuk mengikut Technical Meeting (TM), kemudian 8 Mei mengumpulkan berkas administrasi yang meliputi capaian unggulan, bukti prestasi, dan ringkasan gagasan inovatif. Pada 10 Mei 2021, puncak pemilihan Mawapres diselenggarakan oleh panitia.

“Saat final, peserta akan di-invite ke breakout room dan akan presentasi di depan tiga juri yang mengampu gagasan, prestasi, dan bahasa Inggris. Saya presentasi secara oral selama lima menit tentang gagasan dengan menggunakan bahasa Inggris, lalu dilakukan tanya jawab bahasa Inggris dan bahasa Indonesia tentang gagasan, dan konfirmasi capaian prestasi.” Papar Volunter Assistant American Corner Unair tersebut.

Nilna Maulida mengungkapkan bahwa Tim Pendamping Kemahasiswaan (TPK) FIB Unair berperan sangat besar dalam kesuksesannya meraih prestasi dalam ajang Pilmapres Unair tahun 2021 kali ini. TPK FIB Unair secara intensif membimbingnya selama proses kompetisi dan berperan dalam memunculkan ide gagasan baru. Mengingat rentang waktu yang sangat pendek antara pengumuman kompetisi dengan pengumpulan berkas, kompetisi ini membuatnya cukup kelabakan.

“Saya bersyukur para dosen TPK FIB Unair tidak pernah membiarkan saya berjalan sendiri. Setiap hari saya konsul dan diberi masukan hingga akhirnya mendapat pencerahan ide atau gagasan baru yang relate dengan rumpun fakultas saya yaitu humaniora.” jelas Nilna yang kini menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Legislatif Mahasiswa Unair.

Penulis novel berjudul “A Piece of My Soul” yang diterbitkan oleh Andi Publisher tahun 2019 itu mengusung gagasan berjudul “SAKTI: A Sosiocultural Approach in Education of Disaster Mitigation based Local Wisdoms through Social Community”. Gagasan yang mengetengahkan ide sosio-community yang berbasis di seluruh daerah di Indonesia dan bergerak dalam penghimpunan data kearifan lokal mengenai mitigasi bencana.

“Lalu, di skala nasional, data tersebut akan dikumpulkan secara kolektif untuk membuat ensiklopedia mitigasi bencana dan hasilnya akan diedukasikan oleh tiap komunitas tersebut ke masyarakat dengan pendekatan sosiokultural”, tutur Nilna.

Perempuan kelahiran Mojokerto tersebut menyampaikan bahwa masih ingin terus mencetak banyak prestasi selama di kampus dan berharap torehan prestasinya dapat dilanjutkan bahkan ditingkatkan oleh junior-juniornya di FIB Unair.

“Karena itu, saya harap tetap membumi sehingga kebermanfaatan dari prestasi yang saya capai tidak hanya berhenti di saya namun juga bermanfaat bagi banyak orang”, ucap Nilna yang juga sedang aktif menggerakan komunitas sosial pendidikan bernama AMERTA sejak 2020. (slh)

Open chat
Ada yang bisa kami bantu ?