Fakultas Ilmu Budaya

image

Indonesia memiliki kekayaan dan keanekaragaman warisan budaya ragawi dan nonragawi. Salah satu warisan tersebut adalah pertunjukan wayang yang telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai “Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity” pada tahun 2003. Eksistensi wayang yang telah diakui oleh dunia sebagai warisan budaya Indonesia tentu saja bukan tujuan akhir, melainkan merupakan awal dari tanggung jawab bangsa kita untuk terus melestarikan keberadaannya.

 

Pelestarian warisan budaya wayang tentu saja merupakan tantangan besar bagi kita, terlebih lagi di tengah semakin derasnya arus globalisasi yang membawa beragam dampak. Keberadaan wayang dan pelestariannya tentu dapat membawa manfaat bagi banyak pihak, salah satunya dalam hal edukasi dan rekreasi. Universitas Airlangga sebagai salah satu Perguruan Tinggi Badan Hukum yang ada di Indonesia dengan semangat Excellence with Morality memiliki andil besar dalam pelestarian warisan budaya bangsa termasuk wayang.

 

Nama Airlangga telah banyak dikenal oleh masyarakat luas, tetapi belum banyak yang mengetahui bagaimana riwayat salah satu raja besar dalam sejarah Jawa. Pada tahun 2015—2017 bertepatan dengan Dies Natalis Universitas Airlangga, Fakultas Ilmu Budaya bekerja sama dengan Fakultas Kesehatan Mayarakat dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis menginisiasi serangkaian kegiatan. Di dalamnya termasuk Festival Wayang Airlangga dengan berpijak pada nama tokoh Airlangga yang memiliki nilai historis dan filosofis. Kegiatan ini juga merupakan wujud kolaborasi dengan Universitas Indonesia, Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Yayasan Kertagama, Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi), Sekretariat Nasional Pewayangan Indonesia (Senawangi) dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur.

 

Festival Wayang Airlangga terdiri atas sejumlah acara, di antaranya adalah Sayembara Penulisan Naskah Lakon Wayang Airlangga dan Pagelaran Wayang Airlangga. Sebagai bekal bagi para dalang, seniman, sastrawan, dan para peminat sayembara tersebut, diadakanlah diskusi yang menghadirkan arkeolog dan sejarawan dari Universitas Indonesia dan Universitas Airlangga.

 

Sayembara Penulisan Naskah Lakon Wayang Airlangga dilakukan untuk mencari naskah terbaik yang menceritakan riwayat Prabu Airlangga. Terkait dengan acuan pakem, lakon wayang ini adalah lakon banjaran. Lakon banjaran adalah lakon yang khusus digubah tentang riwayat hidup atau biografi seorang tokoh. Patut disadari bahwa lakon banjaran biasanya mengambil tokoh wayang purwa tertentu seperti Bima, Gatotkaca, Karna, Bisma, dan lainnya. Oleh karena itu, gubahan lakon banjaran Airlangga menuntut para penulisnya untuk melakukan riset yang mendalam dan komunikasi yang intensif dengan para sarjana terkait sosok Airlangga.

 

Dalam perspektif akademik, keseluruhan rangkaian kegiatan tersebut merupakan segugus aktivitas interdisipliner dengan hadirnya para pakar di bidang Bahasa, Sastra, Sejarah, Budaya, Arkeologi, Sendratasik (Seni, Drama, Tari, dan Musik), dan Ekonomi Kreatif. Hal ini sekaligus memperlihatkan bahwa dunia akademik bukan sekadar menara gading yang jauh dan tidak tersentuh oleh dinamika sosiokultural, melainkan turut berkontribusi sebagai motor penggerak pelestarian warisan budaya.

 

Pada akhirnya, selain meningkatkan ekspose dan reputasi Universitas Airlangga di mata masyarakat, yang menjadi muara rangkaian kegiatan selama tiga tahun tersebut adalah sebagai berikut. Pertama, mereproduksi warisan budaya bangsa Indonesia, khususnya wayang, dalam bentuk naskah lakon banjaran, pementasan wayang kulit, dan pementasan wayang orang. Kedua, mendorong kreativitas para seniman, budayawan, dan akademisi untuk turut serta dalam pelestarian warisan budaya. Ketiga, memperkenalkan kembali secara segar dan masif tokoh Airlangga yang selama ini kurang populer di masyarakat. Keempat, memberikan stimulus bagi generasi muda untuk ikut serta dalam warisan budaya.

Open chat
Ada yang bisa kami bantu ?