Fakultas Ilmu Budaya

image

Airlangga Smart Education adalah suatu konsepsi pendidikan yang menekankan kebebasan mahasiswa untuk mengembangkan potensi diri serta berkontribusi secara maksimal dalam berbagai bidang kehidupan. Di luar kompetensi program studi, mahasiswa diberikan kebebasan untuk belajar di luar program studinya dalam rangka mengembangkan kemampuan hard skills dan soft skills yang dibutuhkan dalam memasuki dunia kerja. Hal tersebut sejalan dengan Merdeka Belajar yang menekankan suatu prinsip belajar berkelanjutan. Tidak hanya dalam ruang kelas formal, melainkan juga informal, bahkan non formal. Pusat pembelajaran terletak pada warga belajar sebagai subjek yang harus terus menerus aktif, kreatif dan inovatif. Pelaksanaan Merdeka Belajar diharapkan mampu melahirkan suatu semangat belajar tanpa kenal lelah. Suatu proses belajar yang melampui batas-batas ruang; kelas maupun nonkelas; sekolah maupun di luar sekolah; yang menjadikan pengalaman kehidupannya menjadi bagian penting dari suatu proses pembelajaran. Melalui implementasi Merdeka Belajar, subjek belajar melepaskan ego merasa selalu tahu dan memiliki pengetahuan melebihi lainnya. Lebih dari itu, konsepsi ini diharapkan menciptakan sikap rendah hati untuk belajar kepada siapa saja, karena setiap orang dapat menjadi guru bagi yang lainnya. Merdeka Belajar menjadi terjemahan dari konsepsi belajar sepanjang hayat (long life education).

Arena atau ruang terbuka pengembangan seni, kreasi, dan merdeka belajar perlu diwujudkan dalam rangka implementasi Smart Education di Universitas Airlangga untuk memfasilitasi mahasiswa mengembangkan diri di luar kelas. Mahasiswa dapat belajar tradisi dan mengkreasi dalam konteks global. Ruang publik berkesenian dan berkebudayaan merupakan bagian dari upaya menciptakan suasana yang kompetitif dan kolaboratif agar kegiatan akadamik dan nonakademik mahasiswa diarahkan pada kegiatan berprestasi, baik tingkat nasional maupun internasional. Diharapkan mahasiswa mendapatkan sumber belajar yang beragam terkait dengan pengelolaan kegiatan berkesenian dan berkebudayaan agar ke depan dapat digunakan bagi pengembangan industri kreatif berbasis seni tradisi. Arena Berkesenian dan Berkebudayaan ini memberikan ruang berkreasi dan berinovasi mahasiswa dalam mengembangkan passionnya, sekaligus mendapatkan learning experience (pengalaman belajar) dari berbagai sumber belajar. Kondisi ini sesuai dengan arahan dalam pembelajaran Outcomes Based Education (OBE) bahwa mahasiswa merupakan pusat pembelajaran bukan dosen. Konsep mahasiswa sebagai pusat pembelajaran, sesungguhnya menjadi ‘ruh’ dalam implementasi merdeka belajar-kampus merdeka. Yakni, bagaimana kampus mampu memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berkembang secara natural sesuai dengan passion dan minat yang dimilikinya. Kampus memberikan fasilitas dan layanan untuk kepentingan mahasiswa menentukan proses belajarnya; agar apa yang menjadi keinginan positifnya terencana secara baik.

Open chat
Ada yang bisa kami bantu ?