Fakultas Ilmu Budaya

image

Ketua: Gesang Manggala Nugraha Putra

Seiring dengan rencana pengembangan kota Surabaya, pengembangan potensi pesisir Surabaya akan dititikberatkan pada sektor pariwisata (Pemerintah Kota Surabaya, 2015). Hal ini juga sesuai dengan Perda Kota Surabaya Nomer 12 Tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Surabaya Tahun 2014-2034, dimana kebijakan pengembangan wilayah Surabaya banyak yang diarahkan untuk tujuan wisata. Wisata kawasan pesisir pasti akan berdampak tidak hanya pada masyarakat di sekitar wilayah tersebut (dampak sosio-ekonomi), tetapi juga lingkungan alam di sekitarnya (dampak ekologis) (Wong, 2008). Dari sudut pandang sosio-ekonomi, pengembangan kawasan wisata akan berdampak positif pada pendapatan masyarakat sekitar dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia masyarakat tersebut. Untuk memaksimalkan dampak positif tersebut, pemberdayaan masyarakat lokal menjadi sangat penting. Disinilah pengembangan industri kreatif memainkan perannya (Ooi, 2006) (Departemen Perdagangan Republik Indonesia, 2008). Dari sudut pandang ekologi, kawasan pesisir secara spesifik memiliki signifikansi yang besar dikarenakan sifatnya sebagi pertemuan antara darat dan laut. Dampak-dampak tersebut menjadikan kajian-kajian pengembangan wisata pesisir Surabaya memiliki urgensi yang sangat besar.

Studi ini bertolak dari RIP Fakultas Ilmu Budaya pada Tema Integrasi dan Harmonisasi Nasional dengan topik Budaya Urban dan Nilai Modernitas, yang secara spesifik untuk tahun 2020 menekankan pada Penguatan Peta dan Potensi Budaya Urban di Jatim. Penelitian ini juga merupakan bagian dari upaya pemetaan komprehensif terhadap seluruh potensi wisata di Surabaya sebagai wilayah urban yang mencakup wisata pesisir, wisata religi, wisata bonek, wisata permainan tradisional, dan wisata urban legend. Studi ini akan menghasilkan peta kebudayaan yang berpotensi wisata di pesisir Surabaya. Secara spesifik, studi ini juga akan menjabarkan hubungan antara aktivitas-aktivitas yang terkait wisata maupun yang memiliki potensi wisata. Hubungan-hubungan tersebut kemudian akan dikategorikan menjadi salah satu dari empat kategori berikut: sinergistik, komplementer, kompetitif, dan antagonistik. Hasil tersebut kemudian dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan strategi pengembangan wisata pesisir Surabaya berbasis industry kreatif.

Open chat
Ada yang bisa kami bantu ?