Fakultas Ilmu Budaya

image

Ketua: Layli Hamida

Program pengabdian masyarakat berjudul PENINGKATAN KETERAMPILAN GURU UNTUK EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN DARING DI SMPIT AL USWAH, KELURAHAN PUCANG, KECAMATAN GUBENG, KOTA SURABAYA, PROVINSI JAWA TIMUR DALAM MASA KARANTINA WABAH COVID 19 ini dilatarbelakangi oleh fenomena belum siap dan tanggapnya institusi pendidikan dalam mengimplementasikan kebijakan learn from home atau belajar dari rumah yang diinstruksikan oleh pemerintah. Seperti diketahui bersama, pemerintah telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 36962/MPK.A/HK/2020 perihal pembelajaran daring dalam rangka pencegahan virus Covid-19. Surat Edaran Mendikbud tersebut kemudian dilanjutkan dengan kebijakan dari Dinas Pendidikan Kota, dalam hal ini Kota Surabaya dengan nomer surat 420/5584/436.7.1/2020 yang berisi arahan Kepala Dinas agar para Kepala Sekolah mengarahkan peserta didiknya untuk belajar di rumah. Namun, impelementasi dari surat edaran tersebut di lapangan menemui hambatan karena tidak semua institusi pendidikan, khususnya di level pendidikan menengah pertama, sanggup melaksanakannya, termasuk di Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT) Al Uswah, Surabaya. Fenomena yang mengemuka adalah, pertama, belum adanya pendidikan dan pelatihan secara khusus dan intensif kepada para guru tentang penggunaan aplikasi-aplikasi daring beserta fitur-fiturnya yang dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran daring selama masa karantina akibat wabah Covid 19; kedua, belum adanya pemahaman yang menyeluruh dan komprehensif mengenai komponen DIA (delivery, Interaction, dan assessment) yang seharusnya menjadi aspek penting dalam pembelajaran daring agar menghasilkan proses belajar yang dapat meningkatkan keterlibatan kognitif siswa dan ketahanan mereka dalam menyelesaikan tugas sekolah; ketiga, kurangnya pengalaman para guru dalam melakukan pembelajaran daring dengan pemanfaatan konten video, film, musik, dan fitur-fitur aplikasi lainnya.

 

Berdasarkan kondisi tersebut, program pengabdian ini dilaksanakn dengan tujuan memberikan pengayaan keterampilan pembelajaran jarak jauh kepada para guru SMPIT Al Uswah berupa pelatihan mengenai konsep pembelajaran jarak jauh dan penggunaan aplikasi pembelajaran daring. Pada saat proposal ini dibuat, belum semua guru di Al Uswah pernah menggunakan platform ataupun aplikasi daring untuk pengajaran. Beberapa guru termasuk di antaranya wakil kepala sekolah bidang kurikulum dan kesiswaan yang menggunakan aplikasi google form untuk memberikan kuis kepada siswa atau untuk melakukan survey pembelajaran. Saat pandemi merebak dan sebelum pengmas dapat dilaksanakan, pihak Yayasan Ukhuwah Islamiyah yang menaungi SMPIT Al Uswah telah melakukan beberapa pelatihan penggunaan aplikasi daring kepada para guru dan membangun aplikasi moodle untuk pembelajaran. Namun, dalam pembelajaran, ternyata belum semua guru dapat menggunakan aplikasi tersebut dengan baik. Oleh karena itu, untuk efektivitas pelatihan, tim pengmas mendistribusikan survey mengenai konsep pembelajaran daring dan aplikasi apa yang belum dikuasai oleh guru dan belum dimanfaatkan secara optimal. Berdasarkan hasil survey tersebut pengmas pembelajaran daring ini kemudian melatihkan konsep blended learning dan flipped learning, penggunaan aplikasi discord, pembuatan soal MCQ daring, dan pengunggahan soal MCQ daring berbasis moodle.

Open chat
Ada yang bisa kami bantu ?