Fakultas Ilmu Budaya

image

 

Pendidikan literasi adalah kata kunci untuk membuka wawasan dan cakrawala pengetahuan bagi seseorang. Melalui Prasojo, ketua BEM FIB tidak hanya belajar dalam kesendirian, melainkan tumbuh dan berkembang bersama masyarakat.

 

Urip Kang Prasojo Lan Migunani Liyan”, begitulah prinsip Yunaz Ali Akbar Karaman, atau biasa dipanggil Yunaz. Yunaz merupakan mahasiswa Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya angkatan 2015. Di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya, Yunaz lebih dikenal sebagai Ketua BEM FIB 2018. Namun di balik perannya sebagai Ketua BEM yang mengorganisasikan kegiatan-kegiatan kemahasiswaa di fakultas, Yunaz ternyata memiliki aktivitas yang sangat inspiratif dan berdampak pada masyarakat luas.

Mahasiswa kelahiran Malang ini merupakan penulis yang produktif. Sejauh ini, Yunaz telah menerbitkan 4 buku. Keempat buku karya Yunaz antara lain: “Cerita rakyat dan Budaya Tradisi Nusantara” yang berisi kumpulan cerita rakyat dari berbagai daerah; “Berbagi Cahaya”, di mana ia berkolaborasi dengan penulis-penulis lainnya; “Disastra” yang berisi kumpulan puisi dan ilustrasi; serta “Asal Mula Danau Kastoba Pulau Bawean” yang bekerja sama dengan dosen Sastra Indonesia FIB UNAIR.

Kecintaannya kepada dunia literasi membuat Yunaz kemudian berinisiatif membuat perpustakaan keliling bernama Prasojo, yang sudah mulai berjalan sejak bulan Agustus 2017. Adapun yang dimaksud dengan perpustakaan keliling ialah perpustakaan umum yang diarahkan untuk melayani masyarakat yang tinggal di daerah-daerah yang sulit dijangkau, sebagai alternatif pelayanan pendidikan.

“Permasalahan tingkat minat baca Indonesia yang rendah membuat saya terdorong untuk mencoba memberikan solusi yakni dengan membuat buku cerita untuk anak-anak serta berinisiatif untuk menyapa mereka dengan Perpustakaan Keliling Prasojo agar mereka menjadi gemar membaca,” ungkap Yunaz, saat menjelaskan motivasinya menggagas Kepustakaan Keliling Prasojo.

Selain karena permasalahan rendahnya tingkat literasi Indonesia, Yunaz juga mengakui bahwa motivasi juga datang dari keluarganya.

“Motivasi yang terkuat adalah dari keluarga. Dimana keluarga selalu memberikan semangat dan dukungan. Selain itu, saya selalu teringat kepada kedua orang tua saya agar saya dapat dikenang melalui karya-karya saya,” imbuhnya.

Selain berkarya di bidang literasi, Yunaz juga terbilang aktif berorganisasi. Saat ini, selain menjabat sebagai Ketua BEM FIB, Yunaz juga aktif sebagai peserta Rumah Kepemimpinan Regional IV Surabaya.

Mahasiswa yang memiliki hobi bersepeda ini mengakui bahwa harapan terbesarnya adalah menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama.

“Hal itu kini masih saya bangun dengan berkarya melalui menulis buku dan mengkampanyekan budaya membaca dengan Perpustakaan Keliling Prasojo. Harapan saya ke depan, yakni masyarakat luas akan mendapat manfaat yakni meningkatnya budaya baca. Hal ini akan berpengaruh luas nantinya pada generasi penerus yang berwawasan luas,” tegasnya.

Open chat
Ada yang bisa kami bantu ?