Sesuai dengan Tri Dharma Ketiga dari Perguruan Tinggi, seluruh sivitas akademi memiliki tanggung jawab sosial kepada masyarakat sesuai dengan ilmu yang dimiki. Hal inilah yang menjadi dasar Pengabdian Masyarakat yang dilakukan oleh Departemen Ilmu Sejarah dan IKA (Ikatan Keluarga Alumni) Ilmu Sejarah Unair di Kabupaten Tulungagung.

Acara yang bertema “Workshop Penulisan Sejarah Lokal Tulungagung” ini sukses mengajak anak muda di Tulungagung lebih peka dan ikut menulis tentang sejarah tentang masyarakatnya.

Bersama dengan komunitas Rumah Baca Onderan, acara yang dilaksanakan pada hari sabtu siang tanggal 22 April 2017 berlansung lancar. Peserta workshop berasal dari berbagai kalangan terutama pelajar SMA, Bapak-Ibu Guru Sejarah dan juga beberapa masyarakat yang peduli tentang seni-budaya Tulungagung.

Dalam workshop ini, peserta diberikan materi oleh beberapa Dosen Muda yang sekaligus Alumni dari Departemen Ilmu Sejarah yaitu Akhmad Ryan Pratama (Alumni th.2007), Ikhsan Rosyid Mujahidul Anwari (Alumni th. 2003 sekaligus Dosen Ilmu Sejarah UNAIR) dan Adrian Perkasa (Alumni th.2006 sekaligus Dosen Ilmu Sejarah UNAIR).

Materi yang diajarkan kepada peserta workshop terbilang cukup padat yaitu pemahaman tentang ilmu sejarah yang disampaikan oleh Ryan Pratama. Materi kedua yakni tentang metode dan teknik penulisan sejarah yang baik oleh Ikhsan Rosyid dan materi ketiga tentang sejarah lokal serta tema-tema yang mungkin dapat ditulis peserta yang disampaikan oleh Adrian Perkasa.
Foto: Pemberian Materi Metode Penulisan Sejarah oleh Ikhsan Rosyid

Adrian Perkasa mengatakan bahwa “sejarah lokal adalah suatu bidang sejarah yang menarik karena sejarah tidak seharusnya berkutat pada penguasa (sejarah orang besar) semata tetapi juga mengembalikan peran serta masyarakat kecil dalam panggung penulisan sejarah kita. Tidak akan ada perubahan tanpa peran serta masyarakat.”

“Ilmu Sejarah Unair memiliki karakteristik bidang kajian yang unik yakni sejarah perkotaan. Hal ini banyak tercermin dari judul-judul skripsi mahasiswa Ilmu Sejarah yang memiliki tema sub-altern, kelompok minoritas, dan permasalahan khas perkotaan. Kekhasan ini menjadi kunci agar historiografi di Indoneisa proporsional”, ujar Ikhsan Rosyid

Tema-tema yang diajukan oleh peserta workshop untuk ditulis sangat menarik dan beragam. Dengan adanya workshop ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk merealisasikannya dalam bentuk artikel dan akan diterbitkan menjadi Buku Bunga Rampai oleh Departemen Ilmu Sejarah.

Foto 3. Rumah Baca Onderan, Karangtalun, Kalidawir, Tulungagung

“Atusiasme peserta yang besar untuk menulis sejarah lokal yang ada di daerahnya merupakah kebanggaan tersendiri sebagai alumni. Harapannya pengetahuan tentang asal-usul sejarah masyarakat di Tulungagung dapat diabadikan dalam bentuk budaya literasi untuk bekal cerita anak cucunya nanti”, kata Ryan Pratama yang juga staf pengajar di Universitas Ciputra tersebut.

Dalam mencapai tujuan bersama tersebut, Rumah Baca Onderan yang diketuai oleh Pandu Diptya Yoga mengaku siap untuk mengawal peserta workshop untuk mengumpulkan artikel hingga menjadi buku nantinya. Susasana keakraban dan rasa senang terpancar pula dalam cangrukan dan diskusi santai usai acara antara pemateri dan beberapa tokoh masyarakat yang tergabung dalam komunitas Rumah Baca Onderan tersebut.

*****

Foto Tambahan 1 : Penyampaian Meteri Sejarah Lokal oleh Adrian Perkasa


Foto Tambahan 2 : Kebersamaan Pemateri dan Komunitas Rumah Baca Onderan

Hits 145