Festival Budaya 2017

Festival Budaya merupakan rangkaian acara rutin yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga. Festival Budaya digelar guna memperingati hari jadi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga. Tidak hanya itu, acara ini juga bertujuan untuk memperkenalkan dan membangun kesadaran masyarakat sekitar akan betapa pentingnya melestarikan budaya sebagai identitas bangsa. Adapun rangkaian acara Festival Budaya 2017 antara lain Sarasehan Nasional, Hand-Lettering Workshop dan Malam Puncak Festival Budaya 2017.

Tema Festival Budaya 2017

Tema Festival Budaya tahun ini adalah “Fortunineteen”. Terinspirasi dari hari jadi Fakultas Ilmu Budaya yang memasuki usia ke- 19 tahun, kami mengangkat suasana 1990-an guna merefleksikan kembali ke masa awal Fakultas Ilmu Budaya mulai berdiri. “Fortunineteen” sendiri merupakan kependekan dari kata “Fortune” yang artinya keberuntungan dan “Nineteen” adalah usia Fakultas Ilmu Budaya tahun ini. Menurut Feng Shui, angka 1 sendiri berarti suatu keberuntungan. Begitu pula dengan angka 9. Mengusung maskot ikan Koi yang disimbolkan sebagai simbol keberuntungan. Diharapkan, ke depannya tema “Fortunineteen” sekaligus menjadi doa dan harapan yang terselip didalamnya, mampu membawa hal-hal yang positif dan keberuntungan selalu menyertai Fakultas Ilmu Budaya dan masyarakat di sekitarnya. Selain itu, usia 19 tahun juga merupakan usia peralihan yang menandakan seseorang akan menginjak pintu gerbang kedewasaan. Maka untuk mengawali proses menuju kedewasaan dan ke arah yang lebih baik, kami mempersembahkan memori nostalgia pada tahun 1990-an yang kami kemas dalam tiap rangkaian acara Festival Budaya 2017.

 

Sarasehan Nasional

Sarasehan dilakukan dengan mengadakan sebuah pertemuan untuk mendengarkan pendapat seseorang yang ahli dalam bidang tertentu. Dalam acara sarasehan Festival Budaya ini topik yang diangkat adalah Menggali Nilai Pluralisme dalam Khasanah Kebhinekaan Indonesia. Acara ini diselenggarakan atas ide dan konstruk pikiran mengenai topik yang akhir-akhir ini mencuat mengenai pluralisme. Dalam sarasehan yang berdurasi 120 menit ini akan dibahas mengenai dinamika gerak pluralisme ditengah berbagai regulasi negara yang berlaku saat ini. Kegiatan ini juga merupakan bentuk upaya penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang pertama, pendidikan dan pengajaran. Dahlan Iskan, Syaifullah Yusuf, Listiyono Santoso sebagai pemateri dan Yunaz Karaman sebagai Moderator


Workshop Hand-Lettering

Seni menggambar adalah salah satu cabang dari seni rupa, seni yang banyak disukai oleh berbagai kalangan. Seni menggambar sudah banyak mengalami perkembangan terutama mengikuti era modern sekarang, maka tidak salah jika banyak inovasi yang di buat pada seni menggambar tersebut, salah satunya “Hand Lettering”. Hand Lettering adalah seni menggambarkan kata yang menggunakan tangan langsung untuk menggambarnya. Lettering bisa menggunakan pensil, drawing pen, kuas, brush pen, dan sejenisnya. Bedanya dengan kaligrafi, lettering tidak menuliskan kata yang terlalu banyak, hanya berbentuk quote yang terdiri dari satu atau dua kalimat. Dengan melihat banyaknya kalangan yang ingin belajar seni menggambar tersebut, maka kami membuat Workshop “Hand Lettering” dengan pemandu Dimas Yuga dari Subletter sebagai wadah bagi para pecinta seni menggambar.


Malam Puncak


Malam puncak merupakan puncak dari acara Festival Budaya di mana kami menyajikan pameran karya dan stand- stand bazar, menyelenggarakan beberapa perlombaan, mendatangkan beberapa komunitas dan mempersembahkan tembang kenangan di tahun 1990-an melalui penampilan bintang tamu dan pengisi acara yang ada sekaligus menjadi penutup dari serangkaian acara Festival Budaya 2017.
Guest Star Utama : Stars and Rabbit, Ekstraversi, Lingkaran Atmosfer, Yosakoi, Pakarsajen, Edsaman, Banjari SKI FIB, Tari Tradisional, Dance Modern, BSO Musik dan masih banyak lagi

Berikut susunan acara malam puncak :
A.) Festafet : Merupakan lomba yang menjadi ciri khas Festival Budaya di tiap tahunnya. Acara ini berupa perlombaan untuk menghabiskan makanan yang aneh atau makanan yang sudah dimodifikasi dalam waktu secepat-cepatnya.
B.) Festve Market: Merupakan stand-stand bazaar yang berisi makanan dan minuman era 1990-an, fashion, dan ormawa Fakultas Ilmu Budaya.
C.) Community Gathering: Merupakan acara di mana kami mengundang beberapa komunitas seni, budaya dan komunitas yang bertema 1990-an.
D.) Festive Parade: Merupakan acara di mana para mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya atau undangan berdandan dengan dresscode ala-ala 1990-an dan nantinya akan dianugrahi penghargaan bagi kostum yang terbaik.
E.) Malam Puncak: Merupakan acara puncak dari seluruh rangkaian acara Festival Budaya 2017 di mana para pengisi acara dan Guest Star mulai mengalunkan musik-musik era 1990-an yang akan membawa kita bernostalgia dan juga penampilan kolaborasi dari Ormawa di FIB yang sekaligus menjadi penutup dari acara Festival Budaya 2017.

Hits 53