Demi Menjaga Keproduktifan Selama Pandemi, BEM FIB Unair Menggelar Writing Class Berbasis Daring

image

Pandemi Covid-19 yang telah melanda Indonesia sejak Maret 2020 mengharuskan setiap mahasiswa untuk memperoleh kegiatan belajar-mengajar via online. Hal, ini dilatarbelakangi untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dikalangan akademisi Universitas Airlangga. Sejalan dengan itu, didapati ketika berada didalam rumah, para mahasiswa cenderung untuk bermalas-malasan.

Mendapati hal ini maka Kementerian Akademik dan Prestasi BEM FIB UNAIR 2020 mengajak para mahasiswa untuk terus produktif ditengah terpaan pandemi Covid-19 yang semakin menggila di negeri ini. Untuk itu sebuah program yang digagas oleh Kementerian Akademik dan Prestasi BEM FIB UNAIR 2020 dengan memanfaatkan media virtual instagram @bemfibunair sebagai ruang diskusi.

Acara yang diberi nama “Writing Class” itu, dihelat dalam dua sesi; dimana dalam dua sesi itu, para peserta dihadirkan oleh dua program kelas kepenulisan yakni kelas kepenulisan sastra dan kelas kepenulisan opini. Dalam kelas kepenulisan sastra hadir sebagai pemantik ialah penyuka dan penikmat sastra, Robbyan Abel yang dalam sesinya digelar pada Jumat (20/6/2020). Sedangkan Moch, Sholeh Pratama, Presiden BEM FIB UNAIR 2020, sebagai pemantik pada kelas kepenulisan opini. Pada kelas kepenulisan opini digelar setelah kelas kepenulisan opini, Sabtu (21/6/2020).

Sepekan setelah acara “Writing Class Volume 1” tepatnya pada Jumat (26/6/2020) dan Sabtu (27/6/2020), Kementerian Akademik dan Prestasi BEM FIB UNAIR 2020 kembali menggelar acara “Writing Class Volume 2”. Pada acara ini, kelas sastra dan kelas opini kembali digelar. Acara ini digelar dalam rangka memenuhi target daripada Fakultas Ilmu Budaya untuk dapat menemukan bibit-bibit unggul yang ahli dalam hal kepenulisan baik sastra maupun opini. Pada kedua acara ini, para pemateri mengoreksi hasil tulisan yang dipublish di laman online yang telah disebarkan. Media yang digunakan dalam pemaparan diskusi kepenulisan ini berbeda dengan kepenulisan sebelumnya. Pada kepenulisan ini, media yang dipakai adalah media google meet. Para peserta terlihat antusias untuk mengirimkan karya mereka. Sebanyak 3 karya telah ter-publish, mereka sangat senang ketika pemateri mencoba untuk memberikan saran dari hasil pembacaan kepada pengirim (sender).

Open chat
Ada yang bisa kami bantu ?