RESMI, KERJA SAMA FIB UNAIR DENGAN FACULTY OF HUMANITIES UNIVERSITAT HAMBURG

image

Dokumen Memorandum of Understanding (MoU) yang dinanti-nanti civitas akademik Fakultas Ilmu Budaya itu akhirnya datang juga. Ya, setelah proses inisiasi sejak 2016, kerja sama dalam bidang akademik itu akhirnya sah ditandatangani kedua belah pihak.

Dekan FIB Unair, Diah Arimbi Ph.D, mengumumkan bahwa dokumen MoU yang dibawanya ke Jerman beberapa bulan lalu akhirnya resmi disahkan. Prof. Oliver Huck, Dekan Faculty of Humanities Universitat Hamburg, telah membubuhkan tanda tangan di MoU yang akan membuka kesempatan lebar bagi civitas akademik dari kedua belah pihak untuk saling melakukan pertukaran mahasiswa, penelitian bersama, bahkan gelar ganda.

“Ini kesempatan yang sangat baik bagi kita semua. Setelah dengan Asian University Taiwan, di tahun ini kita mendapat mitra lagi dari Eropa, Universitat Hamburg,” ujarnya. Universitas yang terletak di Jerman itu menempati rangkin 200an versi QS, sehingga kredibilitasnya tentu tidak diragukan lagi.

 

Tiga tahun Inisiasi

Proses inisiasi dimulai pada saat prodi MKSB mendapatkan dana hibah Bantuan Fasilitasi Kerja Sama Internasional dari Dikti pada 2016. Program tersebut bertujuan untuk memfasilitasi program studi terpilih untuk menjajaki kerjasama akademik baik gelar ganda maupun gelar bersama. Dekan FIB, Diah Ariani Arimbi Ph.D bersama Koordinator Program Studi MKSB, Nur Wulan Ph.D, berkunjung ke LCSA, University of Hamburg dan diterima oleh Prof. Jan Van Der Putten selaku Head of Department LCSA di akhir tahun 2016. Pertemuan ini menghasilkan kesepakatan awal pihak LCSA terbuka bagi kerja sama gelar ganda, namun diperlukan adanya penjajakan dan perencanaan yang matang. Penjajakan tersebut antara lain berupa student exchange, staff exchange, joint publication, serta program-program lain yang bertujuan untuk saling mengenal kultur akademik di masing-masing institusi.

Visitasi tersebut dilanjutkan dengan pertemuan strategis pada tahun 2017 di National Library of Singapore dengan narasumber Prof. Jan Van Der Putten, Nur Wulan Ph.D sebagai Ketua Program Studi MKSB, Kukuh Yudha Karnanta S.S., M.A sebagai Ketua Minat MKSB, Rizki Andini Ph.D sebagai Wadek III FIB, dan Puji Karyanto S.S., M.hum sebagai Wadek I FIB. Agenda pertemuan itu adalah mematangkan konsep kerja sama dengan merinci (a) potensi tema-tema riset yang bisa dikerjakan bersama antara MKSB dan LCSA, (b) kekhasan Jawa Timur dan Unair serta (c) kekhasan Hamburg dan Uni Hamburg, (d) rencana konkret di tahun itu sebagai tindak lanjut pertemuan.

Di tahun itu pula, 1 mahasiswa MKSB mendapatkan beasiswa riset dari Goethe Institute untuk melakukan riset bertema kehidupan muslim di Jerman selama 1 bulan.

Selain itu, sebagai tindak lanjut konkret, pada bulan Oktober dan November 2017, MKSB mengundang Prof. Jan Van Der Putten sebagai (a) pemateri di seminar International Conference of Urban Studies (ICUS) (b) visiting professor untuk memberi kuliah tamu tentang Jaringan Migrasi dan Litografi Kitab Suci Al-Quran yang juga bagian dari riset yang sedang dilakukannya. Bersama dengan dua puluh mahasiswa MKSB, Prof. Jan melakukan studi lapangan/observasi langsung ke kawasan Masjid Sunan Ampel untuk melacak arsip-arsip kitab kuno, dan mewawancarai tokoh masyarakat serta pemilik percetakan.

Selain memberikan kuliah tamu, MKSB juga memfasilitasi Prof. Jan berkunjung ke Museum Mpu Tantular dan berbincang dengan perwakilan dari Dinas Kebudayaan dan Provinsi serta Balai Bahasa Jawa Timur untuk melihat langsung koleksi dan preservasi naskah-naskah kuno di sana, juga naskah-naskah kuno yang banyak terdapat di pesantren maupun di rumah-rumah pribadi di wilayah Gresik dan Madura.

Visitasi selama kurang lebih satu bulan itu menghasilkan impresi positif pada Prof. Jan yang menilai kultur akademik di MKSB Unair khususnya, dan potensi riset di Jawa Timur umumnya, sangat menjanjikan bagi pengembangan pendidikan di University of Hamburg.

Impresi positif itu berlanjut pada akhir tahun 2018, dengan diundangnya 1 dosen MKSB sebagai visiting lecturer di LCSA untuk mengajar di LCSA. Juga, 1 mahasiswa MKSB mengikuti kuliah dengan sistem credit transfer di LCSA. Selama kurang lebih 1 semester, dua perwakilan MKSB tersebut melakukan tugas dan aktivitasnya. Kukuh Yudha Karnanta S.S., M.A ikut aktif mengajar di kelas Bahasa Indonesia untuk program S1, memutarkan film dokumenter karyanya di kelas Cultural Heritage untuk program S2, dan mempresentasikan proposal penelitian doktoralnya di kelas program S3, setelah sebelumnya mendapatkan bimbingan dan supervisi langsung dari Prof. Jan van der Putten sejak Februari 2018-Agustus 2018 melalui korepondensi surel (email).

Selain belajar dan mengajar, perwakilan dosen dari MKSB juga membicarakan secara intensif draft MoU (antar institusi) dan MoA (antar prodi). MoU mengatur hal-hal yang bersifat umum dalam kerjasama; sedangkan MoA mengatur hal-hal yang sangat spesifik di antaranya kurikulum, masa studi, ijazah, dan lainnya. Untuk MoU, saat itu pihak LCSA menyatakan optimis namun masih harus menunggu pejabat di level fakultas/universitas yang saat itu sedang tidak ada di tempat. Adapun MoA, pihak LCSA masih ingin mempelajari lebih seksama dan melihat kesiapan di prodi tersebut, mengingat saat itu terjadi beberapa perubahan formasi pengajar.

Di akhir program, dua perwakilan MKSB mendapatkan surat keterangan dari pihak LCSA yang menyatakan telah menyelesaikan tugas dengan sangat baik dan berkontribusi positif bagi kelanjutan kerjasama.

Korespondensi terus dilakukan pihak MKSB kepada LCSA melalui surel. Hal yang bisa dilaporkan adalah, pertama, pihak LCSA tidak melihat ada kendala yang berarti di MoU; kedua, untuk MoA, setelah dipelajari lebih seksama, ada banyak catatan kepada MKSB yang diberikan LCSA melalui perwakilan dari Airlangga Global Engagement (AGE); ketiga, MKSB sudah melakukan beberapa revisi berdasarkan catatan tersebut, namun pihak LCSA mengatakan memiliki format MoA yang lebih sesuai yang dipunyai oleh prodi lain di University of Hamburg yakni Japanese Department yang akan diadopsi menjadi format MoA antara MKSB dan LCSA. Hingga saat laporan kemajuan ini ditulis, MKSB masih merampungkan format MoA yang telah diberikan oleh pihak LCSA.

.