Alunan Gamelan Pakar Sajen Iringi Sesi Santap Siang International Conference on Urban Studies 2019

image

Alunan Gamelan Pakar Sajen Iringi Sesi Santap Siang International Conference on Urban Studies 2019

Foto: Paguyuban Karawitan Sastra Jendra (Pakarsajen) sedang tampil melantunkan tembang Jawa disela-sela waktu istirahat dan makan peserta ICUS 2019

          Penyelenggaraan The 5th International Conference on Urban Studies (ICUS) oleh Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (Unair) selain sebagai wahana perayaan berbagi pengetahuan dan gagasan antara peneliti, pendidik, mahasiswa, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan perwakilan dari pemerintah Indonesia,juga menjadi sarana mengenalkan produk kebudayaan Indonesia.

            Konferensi internasional tentang Urban Studies kali ini mengusung tema tentang “Border, Transportation and Space” dengan menghadirkan total 13 pembicara kunci yang berasal dari berbagai negara yang tersebar di 4 benua, yakni Amerika, Asia, Australia dan Eropa.

            Karena itu, forum internasional yang demikian menjadi momentum yang tepat, selain untuk meningkatkan pengembangan ilmu pengetahuan dan reputasi akademik FIB Unair di kancah global, juga guna mengenalkan produk kebudayaan Indonesia, yakni seni karawitan.

            Selama acara yang diselenggarakan pada 25 dan 26 Oktober 2019 di gedung FIB Unair, Kampus B, salah satu Badan Semi Otonom (BSO) milik FIB Unair yakni Paguyuban Karawitan Sastra Jendra (Pakarsajen) turut ambil bagian dalam konferensi internasional tersebut. BSO Pakarsajen yang digawangi oleh mahasiswa lintas program studi di FIB Unair ini, menampilkan beberapa tembang Jawa untuk mengiringi waktu istirahat dan makan peserta ICUS 2019. Tak pelak, penampilan BSO Pakarsajen mengundang perhatian khususnya peserta dari luar negeri.

“Saya menikmati sekali,” ujar Kenta, seorang panelis dari Jepang.

            Penampilan BSO Pakarsajen kali ini bukanlah yang pertama, melainkan sudah menjadi aktivitas rutin setiap kali FIB Unair memiliki hajatan yang melibatkan peserta dalam skala internasional. Tentu, hal positif ini patut diapresiasi dan dicontoh, tatkala semangat untuk mengglobal dari kampus membumbung tinggi, namun semangat kepribadian lokal tetap mengiringi.