Press release Seminar Nasional Kemuslimahan Sentra Kerohanian Islam Fakultas ilmu Budaya dan Fakultas Vokasi 2019

image

Mengungkap fenomena hijrah massal dari perspektif psikologi

Assalamualaikum Warrahmatullah Wabarakatuh.

Sentra Kerohanian Islam Fakultas Ilmu Budaya berkolaborasi dengan Sentra Kerohanian Islam Fakultas Vokasi menyelenggarakan seminar Nasional bertajuk Hijrah: Be The New You.

Seminar Nasional ini merupakan program kerja tahunan Departemen Kemuslimahan Sentra Kerohanian Islam Fakultas Ilmu Budaya. Uniknya, tahun ini para punggawa Kemuslimahan atau Keputrian SKI FIB memutuskan berkolaborasi dengan Departemen Kemuslimahan SKI Vokasi. Hal ini dilakukan unutk menggaet lebih banyak peserta seminar dan memperlancar proses persiapan acara tersebut.

Acara ini Insyaa Allah akan diselenggarakan pada hari Sabtu, 2 November 2019 mendatang. Berlokasi di Aula Kahuripan lantai 3 Gedung Rektorat, Universitas Airlangga Kampus C. Acara akan dimulai pada pukul 08.00 WIB, dengan estmasi selesai pada selambat-lambatnya 12.30 WIB. Seminar ini tidak melulu satu arah, melainkan akan diselipi dengan sesi tanya jawab dengan harapan dapat mengover seluruh pertanyaan dari audiens.

Tema yang diusung, lagi-lagi, yang sangat dekat dengan kita yakni Hijrah. Mengapa harus Hijrah lagi? Mengapa bukan tema lain? Dilansir dari media news detik.com belakangan ini banyak ditemukan kampanye Hijrah di media sosial, baik itu Instagram mau pun Facebook. Fenomena ini kabarnya disulut oleh banyaknya artis yang memutuskan untuk berhijrah. Sehingga, kawula muda banyak sekali yang mengikuti jejak mereka.

Namun, dari begitu banyaknya fenomena Hijrah yang menyeruak di antara peliknya kehidupan politik dan berbagai permasalahan lainnya, apakah yang mendasari berkembangnya fenomena tersebut? Maka dari pertanyaan-pertanyaan ini Kader Departemen Kemuslimahan kedua SKI tersebut ingin mengungkap berbagai faktor di baliknya. Dari perspektif artis sendiri juga dari perspektif psikologi.

Salah seorang panitia saat ditemui mengatakan, “tema seminar ini mungkin cukup mainstream, hanya saja kita lagi-lagi perlu menggaungkan semangat Hijrah kepada kawula muda. Agar teman-teman yang kini sudah berhijrah bisa lebih istiqomah, dan yang belum bisa segera menyusul untuk berhijrah. Toh, pengertian Hijrah sendiri sudah meluas. Tak lagi tentang berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Namun, juga berpindah dari keburukan menuju kebaikan, dari kebaikan menuju ke yang lebih baik lagi. Harapan saya, setelah diadakannya Seminar Nasional ini, fenomena Hijrah bukan lagi sebatas fenomena yang menjadi sasaran empuk untuk diteliti namun juga menguatkan iman kami, mereka semua. Insyaa Allah”

Wassalamualaikum Warrahmatullah Wabarakatuh.