Pekan Toleransi 2019, BEM FIB Unair

image

Meneguhkan Toleransi dalam Napas Akademik.

Pekan Toleransi (yang selanjutnya disebut Pensi) merupakan agenda utama dari Kementerian Agama Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Airlangga. Tahun 2019 merupakan tahun perdana diselenggarakannya agenda besar ini. Sehingga merupakan suatu kerja keras untuk mewujudkan rangkaian acara yang sedang dalam persiapan.

Dengan mengusung tema Toleransi Antar Umat Beragama yang Ada di Kehidupan Sehari-hari, Pensi mempersembahkan serangkaian lomba infografis yang dalam hal ini fokus pada film pendek, dan seminar nasional pada puncak acaranya. Pensi sendiri akan dilaksanakan pada tangga 15 –  16 November 2019 dan berlokasi di Aula Siti Parlinah Perpustakaan Universitas Airlangga, Kampus B. Rangkaian acara tersebut ditujukan untuk mahasiswa dan pelajar SMA.

Lalu pertanyaannya, mengapa harus toleransi lagi? Mengingat sejak masih kanak-kanak kita selalu mendapatkan pendidikan toleransi, dan apa urgensi dilaksanakannya Pensi ini di FIB atau di lingkungan akademik? Seperti yang kita ketahui bahwa FIB merupakan kampus budaya, fakultas tempat bermuaranya berbagai pandangan, ideologi, kepercayaan, dan terutama agama. Seringkali kita menemui perbedaan-perbedaan mendasar yang berdiri kokoh di antara riuhnya kehidupan kampus dan juga sekolah-sekolah di kota besar. Bahkan terkadang, perbedaan ini kurang bisa disikapi dengan baik oleh segelintir orang, meski mayoritas sudah bisa menerapkan sikap toleransi. Maka dari itu, Kemenag BEM FIB Unair menyerukan sikap toleransi yang dikemas dalam bentuk lomba film pendek dan seminar nasional di kehidupan akademik, baik FIB maupun luar FIB, yang merupakan kehidupan terdekat mahasiswa atau pun pelajar.

Sesuatu yang dibangun dan ditanamkan berkali-kali tentu lebih membekas dan diingat daripada yang sekadar disiarkan sekali-dua kali. Para penyelenggara berharap dengan diadakannya Pensi ini akan semakin mengingatkan kita betapa pentingnya toleransi di tengah-tengah krisis politik dan keagamaan seperti saat ini. Berangkat dari karakter yag dibangun di lingkungan akademik, para penyelenggara juga berharapa akademisi yang nantinya berpartisipasi dalam acara ini bisa menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. Setidaknya dengan begitu, nalar akademik yang selama ini diberikan oleh tenaga pendidik benar-benar dapat diimplementasikan.