Diskusi Publik “Meneropong Sejarah Pemikiran Politik Sejak Pengakuan Ledaulatan Republik Indonesia”

image

            Kamis, 22 Agustus 2019 Kastrat BEM FIB Universitas Airlangga mengadakan sebuah diskusi publik yang berjudul “Meneropong Sejarah Pemikiran Politik Sejak Pengakuan Kedaulatan Republik Indonesia”. Pembicara diskusi publik ini dihadiri oleh Satrio Priyo Utomo Alumni S2 Ilmu Sejarah Univeristas Indonesia, Dr. Purnawan Basundoeo S.S., M.Hum selaku doesn Ilmu Sejarah Universitas Airlangga dan Fahrul Muzaqqi S.IP., M.,IP selaku dosen Ilmu Politik Universitas Airlangga serta di moderator i langsung oleh Appriozani Syahfrullah Magister Ilmu Sejarah Universitas Gajah Mada.

            Acara Dilaksanakan di Ruang Siti Parwati, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Airlangga. Acara ini dibuka dengan pembukaan dari MC kemudian dilanjukan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Airlangga. Setelah menyanyikan kedua lagu tersebut kemudian dilanjutkan dengan diskusi publik yang diawali oleh mas Satrio yang langsung membuka disksui pada saat itu dengan sedikit pemaparan dari bukunya yang berjudul Politik Dipa Nusantara. Buku yang tidak lumrah dibicarakan karena membahas tokoh Aidit yang dianggap komunis pada saat ini. Buku pemikiran kiri merupakan salah satu produk dari mas Satrio selaku penulis dari buku “Politik Dipa Nusantara”.

            Dari pernyataan Mas Satrio terkait diskusi tersebut, kemudian di tanggapi oleh pembicara kedua dan ketiga Bapak Purnawan dan bapak Fahrul. Dari bapak Purnawan sendiri lebih ke bagaimana mengkritik sedikit dari buka mas Satrio sendiri, tentang bagaimana sejarah pemikiran yang ada dalam buku tersebut. Sementara dari bapak fahrul sendiri lebih ke bagaimana sejarah politik yang ada di Indonesia terutama soal sejarah pemikiran kiri itu sendiri. Setelah dilakukan diskusi dilanjutkan dengan sesi pertanyaan, dan pertanyaan diajukan oleh salah satu orang dari Graha Pena dan 2 Mahasiswa dari  Universitas Airlangga. Dari pernyataan tersebut juga terdapat beberapa kritikan dari pihak Graha Pena dari melihat buku karya mas Satrio “Politik Dipa Nusantara” yang sedikit mengkritik tentang isi dan sumber – sumber terkait didalamnya.

            Setelah selesai dengan pernyataan dan pertanyataan dari pembicara dan peserta yang datnag kemudian acara berakhir dan ditutup dengan acara foto bersama antara pembicara dan juga peserta yang telah hadir