Tampilkan Kreasi Tanabata Odori, Japanese World 2019 Pukau Ratusan Penggemar Budaya Jepang di Surabaya

image

Penampilan Emkei di penghujung acara Japanese World 2019

          Pada penyelenggaraannya yang kesepuluh, Japanese World 2019 menyuguhkan beberapa kreasi dan inovasi konten acara yang muncul dari ide-ide kreatif panitia pelaksana. Mengusung tema “Keabadian Cerita Musim Panas” Japanese World edisi kali ini berbeda dengan  edisi-edisi sebelumnya. Hal ini dikarenakan waktu pelaksanaan yang diubah, jika biasanya Japanese World dilaksanakan pada awal tahun, edisi kali ini diselenggarakan pada tengah tahun.

            Menurut Haira Catur Nurul selaku ketua pelaksana Japanese World 2019, waktu tersebut dipilih oleh panitia untuk menyelenggarakan acara karena memang bertepatan dengan musim panas yang tengah berlangsung di Indonesia.

            Sementara itu, untuk mendukung kesuksesan acara, panitia juga mendatangkan bintang tamu yang cocok dengan tema yang diangkat oleh panitia Japanese World 2019. Bintang tamu yang dimaksud adalah Emkei dan Moccatune, keduanya tampil dan memeriahkan acara pada hari yang berbeda.

            “Kami mengundang keduanya (Emkei dan Moccatune) karena dianggap cocok dengan tema kami kali ini dan keduanya juga memiliki karya-karya yang luar biasa,” ungkap Haira.

            Suguhan wahana-wahana permainan ikut menyemarakan festival kebudayaan Jepang andalan Himpunan Mahasiswa Departemen (HMD) Studi Kejepangan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (Unair) ini. Beberapa wahana yang dapat dinikmati oleh para pengunjung diantaranya; Obake, JW Café, dan Galeri yang menjadi daya tarik tersendiri.

            Tidak berhenti disitu,  panitia Japanese World 2019 menampilkan hal baru yang sangat berbeda dan belum pernah ada pada edisi-edisi sebelumnya yakni dengan pertunjukkan tarian Flashmob Tanabata Odori yang dilakukan oleh panitia.

            “Tarian ini diciptakan oleh salah satu anggota Yosakoi Niseikai sendiri, jadi bisa dibilang produk aslinya Japanese World FIB Unair,” terang Haira.

            Selama pelaksanaan Japanese World 2019, gelombang pengunjung terus memadati lokasi penyelenggaraan acara. Stand-stand kuliner dan aneka kerajinan khas Jepang yang disediakan oleh panitia tampak selalu ramai pembeli. Selain itu, beberapa wahana permainan dan ragam perlombaan juga terlihat sukses menyedot perhatian para pengunjung.

            Karena itu, Haira Catur Nurul yang notabene juga merupakan mahasiswa Departemen Studi Kejepangan Angkatan 2016 ini mengungkapkan harapannya untuk Japanese World 2020 agar lebih baik dan meriah daripada edisi tahun ini.

            “Harapanya semoga Japanese World tahun depan lebih baik, lebih ramai, dan  lebih meriah daripada tahun ini. Amiin” pungkas perempuan kelahiran Surabaya tersebut.