Muhammad Faiz Hayat, Mahasiswa FIB Unair yang Sabet Juara 3 di Ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an Mahasiswa Nasional Ke-XVI

image

Muhammad Faiz Hayat Memegang Plakat Juara III Musabaqoh Pembacaan Kitab Maulid Nabi Muhammad SAW pada MTQM Nasional Ke XVI Tahun 2019.

          Raihan prestasi gemilang berhasil ditorehkan oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (Unair) pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an Mahasiswa (MTQM) Nasional Ke-XVI tahun 2019 yang dihelat di Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. Lomba yang diselenggarakan sejak tanggal 28 Juli-4 Agustus 2019 merupakan ajang bergengsi di bawah naungan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

            Adalah Muhammad Faiz Hayat, mahasiswa Departemen Ilmu Sejarah Angkatan 2015 yang menjadi bagian dari delegasi MTQM Nasional Ke-XVI Tahun 2019 Unair. Faiz begitu biasa disapa, berhasil menyabet Juara 3 Cabang Musabaqoh Pembacaan Kitab Maulid bersama dua anggota dalam Tim yakni Rizal Arrosyad dari Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) dan Fash Fachis dari Fakultas Farmasi (FF).

            Mahasiswa kelahiran Sidoarjo tersebut mengungkapkan raya syukur atas prestasi yang berhasil diraih setelah kali kedua keikutsertaannya dalam ajang MTQM Nasional. Selain itu, Ia juga melontarkan apresiasi kepada kampus (Unair) yang telah memberikan dukungan dengan maksimal selama karantina sebagai persiapan sebelum terjun ke medan lomba.

            “Pihak kampus (Unair) sudah memfasilitasi dengan baik. Banyak dukungan moral dan material, diantaranya dengan pembentukan Unit Kegiatan Mahasiswa Seni Religi (UKMSR) dan Unit Kegiatan Mahasiswa Tahfidzul Qur’an (UKMTQ),” ungkapnya.

            Namun, di sisi lain, Faiz juga berharap dengan segala kelengkapan fasilitas yang disediakan kampus, melecut mahasiswa agar lebih semangat untuk belajar dan meningkatkan kemampuan diri sebagai bekal persiapan MTQM Nasional tahun 2020. Karena menurutnya, semangat mahasiswa masih kurang maksimal, sehingga target yang dicanangkan pun urung tercapai tahun ini.

            Kendati demikian, Ia tetap berharap bahwa melalui prestasi yang berhasil direngkuhnya dapat menjadi pelecut mahasiswa lain, khususnya mahasiswa FIB agar aktif berproses dan berprestasi di bidang MTQM Nasional.

            “Saya berharap mahasiswa lain (khususnya FIB) agar terlibat aktif di UKMSR maupun UKMTQ, dan nantinya bisa berprestasi seperti saya di MTQM Nasional. Karena banyak sekali manfaatnya, baik untuk diri sendiri maupun masyarakat ke depannya,” tandasnya.

            Perlu diketahui, bahwa MTQM Nasional memiliki perbedaan mendasar daripada lomba pada umumnya. Sebab, Al Qur’an menjadi objek material lomba. Karena itu, kematangan rohani menjadi variabel mutlak bagi mahasiswa yang hendak bersaing meraih prestasi di ajang  bergengsi tahunan ini.