Lebih Akrab dengan Pakar Sejarah Pemikiran Jepang, Antonius Rahmat Pujo Utomo, S.S., M.A., Ph.D.

image

Antonius Rahmat Pujo Utomo, S.S., M.A., Ph.D.

          Meskipun menjadi program studi paling muda di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (Unair), tidak berarti  kualitas akademik dan prestasi Departemen Studi Kejepangan ketinggalan dibandingkan dengan tiga program studi lain di lingkungan FIB Unair seperti Ilmu Sejarah, Bahasa dan Sastra Inggris maupun Bahasa dan Sastra Indonesia.

            Apalagi kepakkan sayap jalinan kerjasama internasional Departemen Studi Kejepangan terbilang cukup luas. Program studi yang berdiri sejak tahun 2006 ini telah meneken kerjasama dengan berbagai institusi pendidikan tinggi luar negeri semisal Ashinaga Foundation, Hiroshima University, Kansai University, Kumamoto University, Shizuoka University of Art and Culture, Osaka University, Nagasaki University, University of Miyazaki, Nara Women’s University, Iwate University, University of Malaya, dan Universiti Brunei Darussalam. Semuanya menitikberatkan pada kerja sama penelitian dan publikasi, pertukaran mahasiswa dan pertukaran dosen.

            Selain itu, formasi dosen di Departemen Studi Kejepangan juga sangat diperhatikan, yakni seluruhnya memiliki kompetensi di bidang kajian seputar Studi Kejepangan dengan spesialisasi tertentu. Hal ini juga turut menjadi variabel penting mengapa program studi termuda di FIB Unair ini berkembang sangat pesat baik dari segi prestasi kemahasiswaan maupun kualitas akademik yang memiliki reputasi sangat baik.

Salah satu dosen terbaik yang dimiliki oleh Departemen Studi Kejepangan FIB Unair adalah Antonius Rahmat Pujo Utomo, S.S., M.A., Ph.D. Pria kelahiran Sidoarjo, 17 Januari 1976 ini merupakan punggawa penting di Departemen Studi Kejepangan ihwal peningkatan kualitas reputasi akademik maupun prestasi kemahasiswaan dengan modal jaringan internasionalnya.

Pak Anton, begitu sapaan akrabnya di kampus, saat ini menjabat sebagai Kepala Departemen Studi Kejepangan FIB Unair. Bersama kolega-kolega lainnya, kontribusi Pak Anton terbilang signifikan untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan Departemen Studi Kejepangan. Pria yang menamatkan studi S2 di Iwate University dan S3 di Tohoku University Japan ini memiliki spesialisasi kajian di bidang Sejarah Pemikiran Jepang.

Melalui spesialisasi kajian tersebut, sosok yang memeroleh penghargaan Satyalancana Karya Satya X Tahun 2018 dari Presiden Republik Indonesia ini telah mempublikasikan beberapa karya ilmiah yang diterbitkan oleh beberapa institusi pendidikan luar negeri. Beberapa publikasi karya ilmiah yang berhasil dilahirkan di antaranya; Jimbo Kataro’s Poems Collections Nanpo Shishu: The Author’s Perspective and Reality (Journal: Border Crossing, Vol.7 No.1, P.59-68) diterbitkan oleh Korea University, The Mysticism in Nitobe Inazo’s Thought (Journal: Reisei to Heiwa, Vol.2, P.38-52) diterbitkan oleh Higashi Ajia Reisei to Heiwa Kenkyukai, Nitobe Inazo and Natsume Soseki: Focusing on Their Study Abroad and Western View (Journal Nitobe Inazo no Sekai Vol.25, P.21-49 ISSN: 1883-1621) diterbitkan oleh Nitobe Kikin, dan masih banyak lagi publikasi karya ilmiah lainnya.

Selain aktif mempublikasikan karya ilmiah, Pak Anton juga tercatat beberapa kali mengisi pengajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) dibeberapa lembaga pendidikan tinggi diantaranya, The Japan Foundation Kansai Institute dan Pusat Bahasa Universitas Airlangga.

Demikianlah sekilas ulasan profil dari salah satu sosok dosen terbaik yang dimiliki oleh Departemen Studi Kejepangan FIB Unair, sebagai pengantar untuk pembaca agar lebih akrab dengan penulis Cerita Rakyat Jepang: Dari Hokaido Sampai Okinawa yang diterbitkan oleh Airlangga University Press ini.