Museum Sejarah dan Budaya FIB Unair Dikunjungi Rombongan Pelajar Sekolah Dasar Negeri VI Rangkah Surabaya

image

Berbaju Putih, Andri Setyo Nugroho, Ketua Himpunan Mahasiswa Departemen Ilmu Sejarah Menjelaskan Koleksi Museum Sejarah dan Budaya Kepada Pengunjung dari SDN VI Rangkah, Ploso, Surabaya

Museum Sejarah dan Budaya yang dikelola oleh Departemen Ilmu Sejarah FIB Unair mendapatkan kejutan dari rombongan Sekolah Dasar Negeri (SDN) VI Rangkah, Ploso Surabaya. Tanpa pemberitahuan akan berkunjung, rombongan berjumlah delapan orang, yakni tujuh siswa dan satu guru mendatangi museum kebanggan FIB Unair di saat kampus libur kegiatan perkuliahan.

            Edy Budi Santoso, S.S., M.A, selaku Kepala Museum Sejarah dan Budaya mengaku sempat kaget karena kunjungan yang dilakukan begitu mendadak. Meskipun demikian ia mengungkapkan bahwa rombongan dari SDN VI Rangkah tersebut sudah mengetahui keberadaan Museum Sejarah dan Budaya di FIB Unair cukup lama dan tertarik untuk mengunjungi.

            “Mereka (rombongan SDN VI Rangkah) berkunjung dalam rangka mengisi liburan dengan rekreasi edukatif, murah, dekat, sambil belajar sejarah dan budaya bangsa,” terangnya.

            Sejak diresmikan ahir tahun 2016, Museum Sejarah dan Budaya terus mengalami perkembangan yang sangat pesat. Mulai dari bertambahnya koleksi museum dari hibah berbagai pihak, pengelolaan yang cukup rapi, serta promosi museum yang dilakukan secara berkala baik dalam skala internal universitas maupun eksternal menjadi kunci menguatnya eksistensi museum ini. Perlu diketahui bahwa baru-baru ini Museum Sejarah dan Budaya juga mendapatkan undangan untuk berpartisipasi dalam Event Pameran Museum Tempoe Doeloe di Museum Anjuk Ladang, Kabupaten Nganjuk.

            Adapun di Universitas Airlangga (Unair) terdapat tiga museum yang  tersebar di tiga fakultas, yakni Museum Kesehatan di Fakultas Kedokteran (FK), Museum Etnografi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), dan Museum Sejarah dan Budaya di Fakultas Ilmu Budaya (FIB). Keberadaan tiga museum tersebut menunjukkan bahwa Unair memiliki komitmen untuk melestarikan kebudayaan bangsa, sekaligus mendapuknya menjadi media edukasi untuk masyarakat. Ya, museum memang memegang peranan penting sebagai tempat penyimpanan sekaligus memamerkan diorama produk kebudayaan. Selain untuk menjaga produk kebudayaan dari kerusakan maupun kepunahan dari ingatan, museum juga berfungsi sebagai media edukasi sejarah dan budaya bangsa.