Mengenang 40 Hari Wafatnya Deny Arnos Kwary Ph.D, Pimpinan FIB Unair Gelar Tahlillan dan Refleksi Bersama

image

Mochtar Lutfi S.S., M.Hum tengah memberikan sambutan pada acara memeringati 40 Hari Wafatnya Deny Arnos Kwary Ph.D

            Berpulang pada 4 Juni 2019, sosok Deny Arnos Kwary Ph.D tidak hanya dikenal sebagai seorang kepala Departemen Bahasa dan Sastra Inggris, dosen, maupun intelektual. Melampaui itu, almarhum Pak Deny adalah seorang teladan bagi kolega maupun mahasiswanya.

            Hal tersebut tidak terlepas dari sederet kontribusinya kepada kampus dan ilmu pengetahuan yang teramat besar. Sosok yang dikenal tekun dan rendah hati itu senantiasa berupaya meninggalkan kesan baik terhadap apapun yang dikerjakannya.

            Sudah 40 hari seorang Deny Arnos Kwary Ph.D wafat meninggalkan keluarga, civitas akademika FIB Unair, dan karya-karyanya. Karena itu, pimpinan FIB Unair sejak mendengar kabar duka wafatnya Pak Deny hingga menginjak 40 hari kepulangannya selalu menaruh empati kepada ksatria terbaiknya.

            Sebagai bentuk apresiasi sekaligus momentum refleksi, pimpinan FIB Unair menggelar tahlillan 40 harian untuk almarhum Deny Arnos Kwary Ph.D pada 12 Juli 2019 di Ruang Siti Parwati Lantai 2 FIB Unair.

            Dalam sambutan pembukaan acara oleh Mochtar Lutfi S.S., M.Hum selaku koordinator staf dekanat, disampaikan bahwa mendiang Pak Deny merupakan sosok yang wajib diteladani semangat dan dedikasinya.

            “Acara ini sebagai bentuk apresiasi ke beliau, semoga semangat beliau dan dedikasi beliau, mengalir ke kita semua,” tuturnya.

            Acara berlangsung dengan penuh khidmat berkat kehadiran seluruh civitas akademika FIB Unair dan keluarga almarhum. Para hadirin disuguhi video yang berisi rekaman kegiatan mendiang Pak Deny. Juga, hadirin mendapat buku tahlil yang di dalamnya juga terdapat secuplik jejak sang maestro. Dengan menonton video dan membaca tulisan dalam buku, sontak memori tentang Pak Deny muncul  dalam ingatan hadirin.