Dra. Christinawati M.Si: Deny Arnos Kwary adalah Sosok yang Tekun

image

Dra. Christinawati M.Si Ketika Menyampaikan Kesannya Pada Acara 40 Hari Memeringati Wafatnya Deny Arnos Kwary Ph.D

          Karena kebaikan semasa hidup seseorang tidak akan pernah “mati”, melainkan “hidup” berkali-kali.

            Dalam momentum peringatan 40 hari wafatnya Deny Arnos Kwary Ph.D yang diselenggarakan oleh pimpinan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (Unair), beberapa orang dekat almarhum Pak Deny menyampaikan kesan-kesannya.

            Bertempat di Ruang Siti Parwati Lantai 2 FIB Unair pada Jumat, 12 Juli 2019 acara dilaksanakan dengan penuh khidmat. Seluruh elemen civitas akademika FIB Unair turut ambil bagian dalam acara pembacaan Ya Siin dan tahlil untuk mendiang Pak Deny.

            Sebelum pembacaan surat Ya Siin dan tahlil, panitia memersilahkan beberapa orang untuk menyampaikan eulogi didepan para jamaah yang hadir siang itu. Salah satunya adalah Dra. Christinawati M.Si yang merupakan pengajar pada Departemen Bahasa dan Sastra Inggris. Ia menyampaikan bagaimana perjalanan Pak Deny sejak masih mahasiswa sampai menjadi tokoh yang disegani berkat prestasi yang ditorehkannya.

            “Saya mewakili departemen, mengucapkan terima kasih kepada fakultas yang sudah memberikan waktu dan terima kasih untuk keluarga Pak Deny yang hadir, saya kenal dia itu mulai dari mahasiswa, dia sangat ramah, suka menyapa dosen dan rajin bertanya ketika kuliah,” ucapnya dengan mata yang berkaca-kaca. Deny Arnos adalah alumnus Departemen Sastra Inggris angkatan 1995. Saat masih menjadi mahasiswa, Christinawati merupakan salah satu pengajarnya.

            Bu Christin, panggilang akarabnya, menceritakan bahwa sosok Deny Arnos Kwary Ph.D sewaktu mahasiswa S1 bukanlah siapa-siapa, hanya biasa saja, bahkan sampai lulus. Kemudian ketika melanjutkan studi S2 di Universitas Indonesia, sosok Deny tidak terlihat  cemerlang, masih biasa saja. Begitu melanjutkan S3 di Denmark dan lulus, baru sosok Deny terlihat buah  ketekunannya selama ini, dan semua tampak sangat baik.

            “Prestasi dibangun dengan kebiasaan baik dan ketekunan, cari buku dan sumber untuk menulis. Ini yang saya lihat, Deny terus berbenah dengan penuh ketekunan untuk terus berprestasi,” imbuhnya.

            “Ketika menjadi Ketua Departemen Bahasa dan Sastra Inggris Pak Deny sangat memerhatikan dan memahami dosen itu minat dibidang apa, kelebihannya apa. Ahirnya departemen meningkat prestasinya, akreditasi ASIC adalah persembahan Pak Deny juga…selamat jalan Pak Deny,” pungkasnya dengan menahan tangis haru.