Deny Arnos Kwary Ph.D di Mata Mahasiswa: Sosok yang Ramah dan Selalu Memotivasi

image

Farah Firstarianto Rahmania Putrim, mahasiswa S1 Departemen Bahasa dan Sastra Inggris membagikan kesan-kesanya tentang almarhum Deny Arnos Kwary Ph.D

          Penyelenggaraan peringatan 40 hari wafatnya Deny Arnos Kwary Ph.D oleh pimpinan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (Unair) pada Jumat, 12 Juli 2019 benar-benar menghadirkan nuansa emosional bagi kebanyakan tamu undangan yang menghadiri acara.

Hadirin secara spontan akan ingat dengan sosok Pak Deny ketika memasuki Ruangan Siti Parwati lantai 2 FIB Unair. Bagaimana tidak, para tamu undangan disambut dengan pemutaran video kegiatan Pak Deny dan buku tahlil yang di dalamnya termuat tulisan tentang kiprah Deny Arnos Kwary Ph.D. Kedua hal tersebut yang menggugah ingatan setiap tamu undangan.

            Ya, di siang itu, inti dari serangkaian acara tersebut di antaranya pembacaan Ya Siin dan Tahlil, penyampaian eulogi oleh beberapa orang dekat Pak Deny, serta pemberian tali asih oleh Fakultas Ilmu Budaya untuk keluarga almarhum Pak Deny. Semua dirangkai sebagai bentuk apresiasi kepada ksatria terbaik yang pernah dimiliki FIB Unair.

            Salah satu tamu undangan yang diberikan kesempatan untuk menuturkan kesan-kesannya adalah Farah Firstarianto Rahmania Putrim, mahasiswa S1 Departemen Bahasa dan Sastra Inggris FIB Unair.

            Perempuan yang juga pengurus Himpunan Mahasiswa Departemen (HMD) English Departement Students’ Association of Universitas Airlangga (EDSA Unair) tersebut mengungkapkan bahwa selama dua tahun kenal dengan Deny Arnos Kwary Ph.D sudah banyak pelajaran yang didapat baik dari aspek akademik maupun non akademik.

            “Karena saya anak organisasi, saya sering konsultasi proposal kepada beliau dan sambutannya sangat baik, padahal baru kenal. Selain itu, saya juga beberapa kali ikut sosialisasi seminar scopus yang beliau isi,” ungkapnya.

            Baginya, dua tahun adalah waktu yang sangat singkat dengan Pak Deny, meskipun demikian dalam kurun waktu itu sudah banyak hal yang bisa diteladani dari sosok Pak Deny.

            “Semua di sini punya memori tentang Pak Deny, semoga memori itu terawat untuk memotivasi kita,” imbuhnya.

            Setelah beberapa orang yang hadir dalam acara menyampaikan kesan-kesanya, acara dilanjutkan dengan pemberian tali asih yang diwakili oleh salah seorang dosen Departemen Bahasa dan Sastra Inggris kepada istri mendiang Pak Deny. Pada saat pemberian tali asih ini, tangis ahirnya pecah dan suasana menjadi penuh haru. Puncaknya, sebagai inti acara, pembacaan surat Ya Siin dan Tahlil dilantunkan secara bersama-sama oleh hadirin untuk almarhum Deny Arnos Kwary Ph.D.

            Pembacaan Ya Siin dipimpin oleh Bapak Mustofa dan pembacaan Tahlil serta Do’a dipandu oleh Mochtar Lutfi S.S., M.Hum.