Ke Jepang, Baju Batik Delegasi FIB Unair Jadi Perhatian

image

Delegasi Fakultas Ilmu Budaya Unair saat berkunjung ke beberapa universitas di Jepang

Sejak 2 Oktober 2019, batik ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia dari Indonesia. Sejak itulah, eksistensi batik terus mengalami penguatan. Hal itu tidak terlepas dari keterlibatan batik dalam banyak forum pertemuan lintas negara. Banyak yang takjub dengan eksotisme batik ketika dikenakan oleh orang-orang Indonesia ketika menghadiri berbagai forum pertemuan internasional.

Ada cerita unik dari salah satu delegasi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga saat berkunjung ke negeri sakura, tepatnya di Iwate Universty. Adalah Ikhsan Rosyid Mujahidul Anwari S.S., M.A yang membagikan ceritanya di Jepang ketika memakai batik dan disambut oleh dosen dan staf Iwate University saat tiba di lokasi. Mas Ikhsan menceritakan percakapannya dengan salah seorang staf Iwate University yang kagum dengan baju batik yang dikenakannya.

Your clothes are very good. if here the clothes are very boring,” ungkap Ikhsan menirukan perkataan salah satu staf Iwate University.

Kemudian Ikhsan menimpali, “This is batik, a typical Indonesian identity shirt, all Indonesian people are proud to wear batik. It has been designated as a world cultural heritage by UNESCO.”

Masih dengan ketakjubannya ketika pertama kali melihat batik, seorang staf Iwate University tersebut bertanya dengan penuh penasaran “Oiya it is very good, when do you use batik?” tanyanya.

Mas Ikhsan kembali menjawab, “Every moment we use batik, but official clothing like this exists (black and white).”

Seorang staf Iwate University tersebut ahirnya menutup percakapan dengan Mas Ikhsan dengan suatu keinginan yang disampaikan, “Wow that’s good, later when I go to Indonesia, I will buy batik”. Pungkasnya saat percakapan penjemputan dan penyambutan rombongan FIB UNAIR oleh dosen dan staf Iwate University.

“Ketika memakai batik di kereta api, saya menjadi pusat perhatian di ruang publik, karena rata rata pakai baju hitam putih, ahirnya kita tutupi dengan jaket ketika diruang publik, baru ketika di kampus kita pakai batik. Sempat khawatir ketika kami memakai batik karena disana terkenal formal,” pungkasnya.

Dari cerita tersebut, kita sebagai warga bangsa Indonesia patut berbangga dengan budaya bangsa sendiri, dengan memakainya dalam keseharian, dan itu sudah diterapkan di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga.