Sejenak Lebih Dekat Dengan Ahli Kajian Sejarah Jepang Modern di FIB UNAIR , Moh. Gandhi Amanullah, S.S., M.A

image

            Departemen Studi Kejepangan, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (Unair) merupakan salah satu jurusan unggulan yang tidak hanya mengkaji tentang bahasa dan sastra melainkan semua aspek yang relevan seperti filsafat, politik, sosiologi, sejarah dan budaya yang berkaitan dengan Jepang.

            Hal tersebut tidak terlepas dari kecepatan ekspansi ekonomi dan modernisasi Jepang. Karena itu Studi Kejepangan di FIB Unair tidak hanya berfokus pada keterampilan bahasa tetapi juga budaya, masyarakat, sejarah jepang, serta pemikiran dan gagasan tokoh-tokoh jepang.

            Di lingkup Departemen Studi Kejepangan FIB Unair terdapat terdapat salah satu sosok yang sudah tidak asing bagi sebagian akademisi yang memiliki ketertarikan pada kajian tentang Jepang.

            Sosok yang dimaksud adalah Moh. Gandhi Amanullah, S.S., M.A. Pria pengampu mata kuliah Indonesia Nihon Kankei Shi (Sejarah Hubungan Indonesia dengan Jepang) ini merupakan Dosen yang memiliki spesialisasi kajian Sejarah Jepang Modern.

            “Spesialisasi kajian saya itu tentang Sejarah Jepang Modern, sudah ada beberapa penelitian yang saya lakukan dengan tema itu,” ungkapnya.

            Terbukti dengan beberapa hasil penelitian dalam rupa tulisan yang telah dilakukan olehnya. Beberapa diantaranya adalah Tradisi Seni dan Budaya: Samurai, dan Nilai Heroisme Jepang (2011), Pergerseran Peran Politik Kelas Samurai: Dari Milisi Petani Dipersenjatai Ke Elit Politik Jepang (Shogun) Tahun 1185 (2008), Latar Belakang Munculnya  Ultra-Nasionalisme di Jepang: Kajian Pemikiran Maruyama Masao dalam Buku Gendai Seiji no Shisoo to Koodoo (2009), Sikap media Jepang Terhadap Insiden 15 Januari (MALARI) 1974 (2014).

            Terbaru, Gandhi memeroleh hibah dana penelitian dari The Sumitomo Foundation setelah proposal penelitian yang diajukan disetujui. The Sumitomo Foundation sendiri adalah sebuah yayasan yang memiliki sejarah panjang di Jepang yang memberikan dana hibah penelitian untuk perbaikan kehidupan masyarakat global. Gandhi juga sedang menempuh pendidikan doktoralnya di Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.