Konsisten di Kajian Sejarah Perkotaan, Dr. Purnawan Basundoro Siapkan Buku Ajar Sejarah Ekonomi Perkotaan

image

Setiap kota memiliki riwayat masing-masing, yang kerap tertulis di buku-buku sejarah resmi versi pemerintah, namun tak jarang masih samar-samar namun sangat terasa jejaknya. Dalam konteks tema “Sejarah Perkotaan” inilah, Dr. Purnawan Basundoro berkomitmen serius menekuninya.

Dr. Purnawan Basundoro S.S., M. Hum., merupakan salah satu dosen di Departemen Ilmu Sejarah yang sangat aktif melakukan penelitian untuk pengembangan ilmu sejarah. Sejarawan yang fokus mengkaji tema sejarah perkotaan ini merupakan pelopor kajian sejarah kota di Indonesia. Sebagai seorang penggagas, Purnawan telah menuliskan beberapa buku materi untuk mendukung perkuliahan dan pengembangan kajian sejarah perkotaan.

“Beberapa tahun lalu, saya yang mendorong Departemen Ilmu Sejarah Unair untuk fokus mengkaji tema sejarah perkotaan, karena memang letak Unair di tengah Kota Surabaya. Dari situ saya mulai membuat mata kuliah Pengantar Sejarah Kota sebagai bentuk komitmen pengembangan kajian ini. Setelah itu, saya juga menulis buku Pengantar Sejarah Kota (2012) untuk pegangan mahasiswa” jelasnya.

Purnawan menjelaskan, bahwa kajian sejarah perkotaan selama ini masih sangat sedikit dilirik oleh para sejarawan tanah air, karena semua masih fokus pada kajian-kajian dengan tema kolonialisme yang lebih berfokus pada wilayah pedesaan dengan isu eksploitasi sumber daya alam maupun manusia. Padahal, kota adalah aspek yang sangat penting, setiap orang pasti ingin ke kota, sehingga kota itu sendiri memiliki dinamika yang sangat luar biasa. Apalagi, ditopang dengan sumber sejarah yang sangat melimpah, bisa dipastikan tema kajian sejarah perkotaan hampir pasti ada sumbernya. Karena itu, kajian sejarah perkotaan perlu untuk terus dikembangkan, agar kota-kota di Indonesia tidak sampai salah urus.

Pria kelahiran Banjarnegara tersebut memiliki komitmen untuk terus mengembangkan kajian sejarah kota dengan penelitian dan karya tulis terbaru. Disebutkan, bahwa dalam waktu dekat, ia berencana menulis buku yang mendukung aktivitas pembelajaran pada mata kuliah Sejarah Ekonomi Perkotaan.

“Saya sedang berencana menulis buku yang mendukung untuk perkuliahan “Sejarah Ekonomi Perkotaan”, bagaimana proses perkembangan ekonomi perkotaan-perkotaan di Indonesia. Selama ini saya hanya kasih bahan materi dari tempat lain, dari tulisan orang, dan saya kira itu kurang  bagus” ujarnya.

Perlu diketahui awal tahun ini Purnawan baru saja menerbitkan buku dengan judul “Arkeologi Transportasi: Perspektif Ekonomi dan Kewilayahan Keresidenan Banyumas 1830-1940an. Buku yang juga masuk dalam kategori kajian sejarah perkotaan. Setelah sebelumnya Purnawan juga menulis beberapa buku dengan tema sejarah perkotaan seperti, Pengantar Sejarah Kota, Dua Kota Tiga Zaman: Surabaya dan Malang Sejak Kolonial Sampai Kemerdekaan, Merebut Ruang Kota: Aksi Rakyat Miskin Kota Surabaya 1900-1960an, Sejarah Pemerintah Kota Surabaya Sejak Masa Kolonial Sampai Masa Reformasi. Parade karya-karya yang dapat disebut sebagai bentuk komitmen Purnawan untuk terus mengembangkan kajian sejarah perkotaan di Indonesia. (slh/kkh)