Ketegangan Masyarakat Tak Berkesudahan, DR. Purnawan Basundoro S.S., M. Hum: Kita Harus Kembali Belajar Dari Sejarah

image

Dr. Purnawan Basundoro S.S., M. Hum.

          Kondisi Indonesia hari ini tengah memasuki fase krusial dengan terjadinya berbagai konflik horizontal di tengah masyarakat. Konflik yang terjadi merupakan dampak buntut panjang dari rangkaian kontestasi politik yang telah menciptakan polarisasi dan segregasi sosial. Ancaman perpecahan terus membayang-bayangi negara bangsa Indonesia.

            Sejarawan Departemen Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu budaya (FIB) Universitas Airlangga (Unair) DR. Purnawan Basundoro S.S., M. Hum., menilai ketegangan yang terjadi pada masyarakat Indonesia hari ini karena keabaian masyarakat terhadap sejarah.

            “Jadi, kondisi Indonesia saat ini yang sangat tegang, itu karena masyarakat kita tidak mau belajar dari sejarah dengan baik” ujarnya.

            Purnawan menuturkan bahwa tanda-tanda masyarakat akan berdamai masih belum kunjung terlihat. Dia berharap pihak-pihak yang berkepentingan dapat lebih dewasa lagi dalam memahami momentum hajatan demokrasi lima tahunan tersebut. Semua pihak harus bisa menurunkan ego sektoralnya demi kebaikan bersama.

            “Sekarang ini semua kelompok ngurusi golongan masing-masing. Ahirnya semua merasa benar sendiri, baik individu maupun kelompoknya. Padahal bangsa Indonesia itu terbentuk dengan pluralisme dan kebhinekaan. Jika semua diabaikan begitu saja karena tidak paham sejarah, ya celaka. Harusnya semua itu harus menurunkan egonya demi kebaikan bersama” tuturnya.

            Sejarawan spesialis kajian sejarah perkotaan ini memberikan pesan agar masyarakat kembali belajar dari sejarah . Karena dengan melihat dan memahami kondisi masa lalu setiap dari kita dapat belajar banyak hal, termasuk menerima bahwa persatuan dari keberagaman yang ada adalah kekuatan Indonesia sebagai sebuah bangsa.

            “Jika kita ingin kembali ke rel, sesuai dengan cita-cita kemerdekaan dan para pendiri bangsa ini, ya kita harus belajar dari sejarah” pungkasnya.