“Agar Kota tak Kehilangan Arah” : Mengenal Dr. Purnawan Basundoro, Pakar Sejarah Perkotaan Unair

image

Dr. Purnawan Basundoro S.S., M. Hum.

Departemen Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (Unair) sebagai institusi pendidikan memiliki fokus pada kajian sejarah perkotaan. Kajian tersebut dipilih karena beberapa alasan. Pertama, karena letak Unair yang berada di tengah-tengah Kota Surabaya sehingga kajian seputar dinamika kehidupan masyarakat kota sangat diperlukan tak terkecuali dari perspektif historis. Kedua, karena kota adalah wilayah yang sangat penting dan kajian sejarah yang meneliti tentang dinamika sejarah perkotaan masih sangat sedikit.

Adalah Dr. Purnawan Basundoro S.S., M. Hum., yang menggagas kajian sejarah perkotaan dan mendorong jurusan Ilmu Sejarah Unair untuk fokus mengkaji sejarah perkotaan.  Purnawan sebagai salah satu sejarawan ahli kajian sejarah perkotaan menceritakan awal mula persinggungannya dengan kajian sejarah perkotaan.

“Pada masa awal saya menjadi dosen, saya berkenalan dengan Freek Colombinj pada tahun 2004, yang waktu itu Freek tengah melakukan penelitian tentang permukiman perkotaan di Surabaya. Saya dilibatkan di penelitian itu. Nah, dari situ saya tahu, ternyata problem perkotaan itu sangat kompleks dan sumber untuk menulis tema sejarah perkotaan sangat melimpah” paparnya.

“Setelah itu disambung ada workshop sejarah kota antara belanda dengan UGM dan saya jadi peserta, berminggu-minggu dan kita diberi biaya untuk riset. Kegiatan itu yang kemudian semakin memantapkan saya untuk menekuni kajian ini,” imbuhnya.

Bagi Purnawan, kota adalah kawasan yang sangat penting. Terbukti semua orang hampir pasti ingin pergi dan bermukim di kota. Sehingga dinamika perkotaan sangatlah kompleks, karena itu fenomena perkotaan sangat menarik dan penting untuk dikaji. Apalagi, sumber-sumber untuk meneliti sejarah perkotaan sangat melimpah.

“Kajian sejarah perkotaan masih belum begitu banyak dilakukan. Padahal kalau ingin membangun suatu kota, kita harus memahami sejarah kota itu sendiri. Karena itu, kajian sejarah perkotaan ini sangat penting keberadaannya, agar jangan sampai kota-kota di Indonesia itu jadi kehilangan arah dan salah urus,” jelasnya.

Sejarah Perkotaan yang pertama kali digagas oleh Pak Pur, sapaan akrabnya, sampai saat ini telah memberikan dampak yang sangat luar biasa bagi perkembnagan jurusan Ilmu Sejarah di Indonesia. Mata kuliah Sejarah Perkotaan di Unair, ternyata juga diadopsi di jurusan Ilmu Sejarah di kampus lain seperti di UGM, UNDIP, dll. Termasuk buku Pengantar Sejarah Kota yang telah banyak dikutip diberbagai buku, makalah dan jurnal dan dipakai sebagai bahan ajar di kampus lain. Hal ini menunjukkan bahwa masa depan kajian sejarah perkotaan sangatlah baik dan memiliki posisi yang sangat penting untuk terus dikembangkan.