“Rumah Siap Bertani” Antarkan Delegasi FIB Unair Sabet Juara 1 Kompetisi Esai Ilmiah di Medan

image

            Siapa bilang mahasiswa FIB tidak bisa sukses di bidang ilmu lain? Pelajari Ilmu Sejarah, dua mahasiswa FIB ini jadi jawara di lomba esai bertema Ekonomi Pembangunan.

Tim delegasi Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Airlangga berhasil menyabet Juara 1 kategori esai ilmiah pada ajang lomba karya tulis ilmiah nasional bertajuk Call For National Essay Youth Economic  Competition (YEC) 1.0 pada 24-26 April 2019. Mereka adalah Ani Nur Karimah dan Fitra Riyanto. Dengan karya tulis yang berjudul “Desa-Desa Produktif: One House One Land Farming Berbasis E-Commerce Sebagai Solusi Menghadapi Tantangan Era Ekonomi Digital Di Desa Klanting, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang” berhasil mengantarkan keduanya menjadi kampiun.

            Lomba yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, tersebut diperuntukkan bagi seluruh mahasiswa aktif S1 di seluruh Indonesia. Mengangkat tema “Peran Generasi Millennial Dalam Menghadapi Tantangan di Era Ekonomi Digital”, para peserta YEC1.0 2019 diminta dapat berinovasi dalam menciptakan gagasan atau produk yang sesuai dengan era ekonomi digital. Setelah diseleksi secara ketat, hanya ada sepuluh tim yang berkesempatan untuk melakukan presentasi karya tulis.

            Dalam tim, Ani dan Fitra begitu sapaan akrabnya, memresentasikan karya tulisnya dihadapan para juri dengan apik. Mengusung permasalahan masyarakat agraris di salah satu desa di Kabupaten Lumajang yang masih belum memiliki kesadaran untuk melibatkan teknologi dalam produksi pertanian mereka. Apalagi, banyak lahan yang masih belum dioptimalkan di desa yang di maksud.

Selain itu, keduanya juga menawarkan social service dalam konsep “Rumah Siap Bertani” yang diharapkan dapat menjadi solusi yang tepat untuk mengoptimakan lahan di tiap pekarangan rumah untuk dapat ditanami berbagai tanaman yang bernilai jual tinggi.

Ani menjelaskan, bahwa pekarangan-pekarangan di perumahan warga desa Klanting ini menjadi potensi tersendiri selain memang kemampuan bertani dari masyarakat setempat.

“Tanaman seperti cabai, bawang merah/putih, sayur dan sawi dapat ditanam dengan media polybag, sangat efektif dan akan mudah merawatnya karena dekat rumah dan di gang-gang desa dapat ditanami tanaman dengan media hidroponik. Dengan demikian, diharapkan inovasi tersebut dapat memberikan income tambahan selain dari profesi utama,” paparnya.

            Sementara itu, Fitra menyampaikan pesan dan motivasi untuk mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya agar selalu giat membaca. Bukan hanya membaca tekstual saja, melainkan juga perlu peka terhadap pembacaan permasalahan kehidupan di sekitar. Selain itu, mahasiswa berprestasi FIB 2018 tersebut juga mendorong kawan-kawan mahasiswa agar keluar dari zona nyaman di kampus dengan mengikuti lomba-lomba.

            “Membaca buku itu sangat penting, namun juga perlu diimbangi itu dengan kepekaan terhadap masalah sosial kemasyarakatan, misalnya dengan terjun langsung ke lokasi melakukan analisis dan memberikan solusi. Jadi, apalagi, ayo terus asah diri keluar dari kebiasaan yang itu-itu saja, salah satunya dengan ikut lomba penulisan,” tutur mahasiswa asal Pandeglang tersebut.