Ikuti KKN Tematik Pemilu 2019, Mahasiswa FIB Unair Ini Bertugas di TPS Terbanyak di Jawa Timur

image

(Mocham, tiga dari kiri bersama Rektor, Wakil Rektor 1, Wakil Rektor 3, dan Ketua LPM Universitas Airlangga)

Lima mahasiswa FIB terpilih sebagai peserta program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Pemilu. Tema KKN tersebut pertama kali diselenggarakan Unair.          

 

Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Pemilu 2019 yang diselenggarakan oleh Universitas Airlangga merupakan KKN pertama di Indonesia. KKN tersebut dilaksanakan pada 15 April hingga 3 Mei 2019. Sebanyak lima delegasi dari Fakultas Ilmu Budaya menjadi bagian dari 106 mahasiswa KKN akan disebar di seluruh daerah di Kota Surabaya, setelah mendapat penerimaan dan pengarahan awal di KPU Jatim. Selama di TPS, mereka bertugas membantu jalannya pemilu agar tetap lancar dan kondusif.

            Salah satu delegasi peserta KKN Tematik Pemilu 2019 dari FIB adalah Mochammad Alviensyah. Mahasiswa yang akrab dipanggi Mocham ini memiliki alasan tersendiri perihal keterlibatannya dalam KKN kali ini. Selain untuk menyelesaikan tanggung jawab akademik, keikutsertaanya pada KKN Tematik Pemilu 2019 tidak lain karena ketertarikannya pada tema KKN yang pertama kali diselenggarakan oleh Unair.

            “Motivasinya sih, karena ini merupakan KKN pertama di Indonesia, karena yang pertama itu yang membuat menarik dan penasaran, karena itu saya memutuskan ikut ambil bagian,” tuturnya.

            Mocham yang juga merupakan Ketua HMD Bahasa dan Sastra Indonesia periode 2018 ini ditempatkan di Kecamatan Semampir, di mana terdapat Kelurahan Wonokusumo yang merupakan wilayah dengan Tempat Pemungutan Suara (TPS) terbanyak di Jawa Timur. Selama kurun waktu 15 April sampai 3 Mei, ia turut berpartisipasi aktif dalam persiapan, pelaksanaan, dan pasca pemilu; penghitungan suara.

            “Diterjunkan di wilayah dengan jumlah TPS terbanyak di Jawa Timur, ada 100 TPS lebih tentu bukanlah hal yang mudah. Membantu mendistribusikan logistik adalah kegiatan yang sangat melelahkan, meskipun begitu, ahirnya bisa tahu kondisi di lapangan yang sebenarnya. Seperti, gudang logistik yang benar-benar dijaga ketat oleh pihak keamanan, yang tidak bisa diakses secara bebas,” ungkapnya.

            Menurut Mocham, Pemilu tahun ini adalah pemilu paling ramai diperbincangkan baik itu di dunia maya maupun di dunia nyata, dengan beragam dinamikanya. Ia memberikan masukan, agar KKN Tematik Pemilu kedepan, mahasiswa tidak hanya dibutuhkan tenaganya saja, melainkan juga ide pemikirannya.

            “Kemarin kita lebih banyak bantu angkat-angkat distribusi logistik. Sebenarnya sih bisa lebih dari itu, karena kita mahasiswa ya, setidaknya bisa dikasih kesempatan buat program terbaru untuk meningkatkan kualitas pemilu. Misalnya dengan program pra pemilu atau pasca pemilu dari mahasiswa KKN, saya kira itu akan lebih baik,” jelasnya.

            Mocham juga menyampaikan harapannya terhadap Pemilu Serentak 2019, baik Pemilihan Presiden (Pilpres) maupun Pemilihan Legislatif (Pileg) yang telah terselenggara dengan cukup baik, agar semua pihak yang berkompetisi dapat menerima hasil proses panjang demokrasi ini.

“Harapannya, siapapun yang terpilih,  semoga bisa menjadi harapan baru bagi Indonesia dan daerah di masing-masing kabupaten/kota, maupun provinsi.  Silahkan yang merasa dirugikan, bisa menempuh jalur hukum yang legal. Dan setelah ini semoga juga tidak ada lagi kubu 01 dan 02, semua harus jadi satu, Indonesia,” pungkasnya. (slh/kkh)