Mengenal Tim “Wara-wara Project”, Komunitas Edukasi dan Informasi Kebudayaan Kreasi Mahasiswa FIB Unair

image


          Fakultas Ilmu Budaya (FIB) adalah kawah candradimuka, lingkungan akademik yang tidak pernah kering dengan ide-ide kreatif dari mahasiswa yang belajar didalamnya. Kepedulian terhadap disiplin ilmu yang tengah dipelajari merupakan salah satu hal yang membuat beberapa mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia FIB Unair membuat sebuah kanal informasi bernama Wara-wara Project.

            Adalah M Yusuf Awali Taufiqi, Adnan Guntur, dan kawan-kawan yang memiliki inisiatif tersebut. Ide membentuk sebuah media informasi muncul dari pengamatan betapa minimnya informasi tentang pagelaran seni, budaya, dan sastra yang dengan mudah diakses masyarakat.

            Wara-wara Project merupakan kanal yang memberikan informasi mengenai segala kegiatan seni, budaya dan sastra di Surabaya melalui media Instagram @warawaraproject.

            “Kepikiran membentuk Wara-wara Project itu setelah saya dan teman-teman menghadiri acara Malam Puisi Surabaya. Waktu itu, di acara sebesar itu, banyak teman-teman yang tidak tau kalau ada agenda sastra tersebut. Dari situ, Wara-wara Project ahirnya dibentuk pada 25 Juli 2017 dengan beberapa teman,” tutur Awali.

            Kanal informasi yang dibentuk Awali dan teman-teman sesungguhnya bukan satu-satunya, sebelumnya banyak media serupa dengan Wara-wara Project, namun kurang kosisten dalam menyampaikan informasi.

            “sebenarnya banyak media informasi seperti yang kami buat, tapi ya Cuma bertahan satu sampai tiga bulan, langsung gak update lagi,” imbuhnya.

            Selain sebagai media informasi seni, budaya dan sastra, komunitas ini juga menyelenggarakan beberapa kegiatan seperti Minggu Menulis dan Sakola Wara untuk mewadahi tiap orang yang ingin berkreasi dan menambah wawasan.

            “Minggu Menulis ini untuk beberapa teman yang berbakat menulis, kita wadahi mereka untuk aktualisasi. Kami publikasikan karya teman-teman sebagai bentuk apresiasi. Sedangkan untuk Sakola Wara kita mennyelenggarakan forum diskusi dengan berbagai topik untuk menambah pengetahuan. Misalnya dengan mengundang akademisi Ilmu Perpustakaan untuk berdiskusi mengenai kepustakaan atau mengundang kakak tingkat untuk berdialog mengenai puisi,” jelasnya.

            Namun, Awali menambahkan Wara-wara Project tetap fokus untuk menyebarluaskan informasi agenda seni, budaya dan sastra di media sosial, dalam waktu dekat, akan membuat website dan aplikasi agar informasi yang disampaikan lebih mudah dijangkau. Selain itu, disebutkannya, ini adalah bentuk kepedulian sebagai mahasiswa yang belajar di program studi sastra dan di Fakultas Ilmu Budaya.

            “Ini tengah tahap negosiasi untuk membuat website dengan developer, juga kepikiran untuk membuat aplikasi, agar informasi yang disampaikan dapat lebih mudah dijangkau, masyarakatpun tau kalau sebenarnya banyak sekali pagelaran seni, budaya dan sastra. Ini bentuk kepedulian kami sebagai mahasiswa terhadap masalah yang tengah terjadi,” pungkasnya.