Terinspirasi KKN, Empat Mahasiswa FIB Presentasikan Teknologi Petani di Korea Selatan

image

 

          Empat mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya mengikuti konferensi internasional The 11th of Conference of Indonesian Student Association in South Korea (CISAK) 2019 dengan tema “Empowering Innovation and Prosperity Through Industry 4.0 in Indonesia” yang diselenggarakan di Busan, Korea Selatan pada 30-31 Maret 2019 lalu. Konferensi yang menjadi ajang bertemunya mahasiswa dari berbagai negara itu diadakan oleh Persatuan Pelajar Indonesia di Korea (PERPIKA).

Keempat mahasiswa yang dimaksud adalah Fitra Riyanto (Ilmu Sejarah/2016), Aditya Putra Pratama Santosa (Ilmu Sejarah/2016), Mohammad Fakhrul Ardiansyah (Ilmu Sejarah/2016), Dian Agustin (Bahasa dan Sastra Indonesia/2016).

Mereka mempresentasikan makalah dengan judul Farmer’s Technology Bank as Inclusive Place Using Technology. Makalah itu dipresentasikan pada panel “Enterpreneur and Business”.

Dian, sapaan akrab Dian Agustin mengatakan, topik yang ia dan tim presentasikan tentang bagaimana para petani dapat dekat dengan teknologi yang akan lebih memudahkan mereka dalam aspek pemasaran. Sebagaimana telah diketahui, bahwa sudah ada aplikasi petani.id yang menjadi wadah pemasaran secara daring produk-produk pertanian.

“Kami berempat memiliki kepedulian terhadap nasib para petani kita, saya berangkat dari kasus di desa KKN di Kabupaten Jember saya kemarin. Untuk itu kami mempresentasikan topik itu di sana,” ujar Dian.

Sementara Ardi sapaan karib dari Mohammad Fakhrul Ardiansyah mengatakan, konferensi internasional ini adalah pertama kali bagi dirinya.

“Bagian pengalaman yang sangat menarik karena bisa presentasi di depan juri dan peserta dari berbagai negara di dunia, selain itu juga dapat menikmati keindahan alam negeri gingseng,” tuturnya.

Adapun Fitra, penggagas dari Komunitas Lingkar Prestasi di Fakultas Ilmu Budaya menganggap konferensi kali ini sebagai pengalaman yang sangat berharga. Selain itu, ia juga memberikan motivasi agar mahasiswa FIB tidak ragu untuk mengikuti kegiatan forum internasional.

“Kebanyakan tim yang lain mengangkat narasi besar, kita lebih sebagai penjembatan petani untuk mengenal teknologi, yang keluarnya dapat meningkatkan penghasilan petani. Nah, khusus untuk teman-teman FIB jangan takut untuk mencoba, apalagi yang bisa kita jual sebagai mahasiswa FIB selain tulisan kita, kita tidak bisa menciptakan teknologi. Karena itu, mari ikutkan tulisan kita untuk ajang internasional dan berkeliling dunia,” pungkasnya.