Inspiring Forum, Strategi BEM FIB Memotivasi Mahasiswa Untuk Berprestasi

image

Nuansa semangat international women day masih terasa kuat di ruang Charil Anwar, Fakultas Ilmu Budaya pada Kamis, 28 Maret 2019. Tepat disaat BEM FIB melalui Kementerian Akademik Prestasi menggelar Inspiring Forum dengan tema “Potret Perempuan Masa Kini”.

Turut hadir sebagai pembicara dalam acara tersebut, Rizki Andini, S.Pd., M.Litt., Ph.D., Wakil Dekan 3 FIB UNAIR dan Wigita Handayani, Dirjen Kajian Kementerian Pemberdayaan Perempuan BEM UNAIR 2018 serta dimoderatori oleh Intan Fitri Hilza, mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia 2017.

            Inspiring Forum sendiri merupakan rangkaian acara yang menjadi bagian dari program Forum Intelektual yang dicanangkan oleh Kementerian Akademik Prestasi, yang dalam momentum ini mengangkat tema tengtang keperempuanan. Program ini diharapkan menjadi sarana berbagi inspirasi oleh tokoh inspiratif guna memotivasi mahasiswa FIB agar semangat berprestasi.

            Adnan Guntur, selaku Menteri Akademik Prestasi BEM FIB menuturkan bahwa acara ini menjadi salah satu media untuk berbagi inspirasi dan menambah motivasi mahasiswa untuk berprestasi.

            “Forum ini adalah strategi kami dari BEM untuk perlahan mendorong mahasiswa FIB agar terus berprestasi. Yang dalam momentum istimewa ini perempuan diharapkan bisa mengambil peran. Harapanya, teman-teman FIB dapat terinspirasi oleh pemateri dari acara ini, yang tentunya sudah tidak diragukan lagi kiprahnya. Bu Rizki, sekarang menjabat Wakil Dekan 3 FIB dan Mbak Wigita yang menjadi aktivis perempuan di BEM UNAIR. Perjalanan keduanya tentu sangat menarik untuk disimak, dan diteladani” terang mahasiswa semester empat tersebut.

            Kehadiran dua pembicara inspiratif dalam forum semakin membuat hidup acara yang dihadiri oleh puluhan mahasiswa/i dari lintas program studi di FIB. Wigita selaku pembicara pertama menyampaikan pentingnya peran perempuan didalam kehidupan kampus dan bermasyarakat.

            “Perempuan hari ini harus berani mengambil peran di masyarakat, dengan aktif menyampaikan aspirasi dihadapan publik dan mengikuti berbagai organisasi untuk mengasah kemampuan soft skil dan kepekaan terhadap isu-isu keperempuanan” paparnya.

            Disisi lain, Rizki Andini menambahkan bahwa perempuan dewasa ini haruslah multitasking dan professional.

            “Perempuan tetap harus berpindidikan tinggi karena itu sebagai modal penting untuk mendidik generasi. Saya kalau dirumah ya menjadi ibu rumah tangga yang baik. Kalau di kampus, saya menjadi dosen professional yang berkomitmen untuk tidak membawa permasalahan dari rumah ke dunia kerja. Intinya, saat ini perempuan harus multitasking dan profesional” terangnya.

            “Siapa yang mendidik satu laki-laki berarti telah mendidik satu manusia, sedangkan siapa yang mendidik satu perempuan berarti sedang mendidik satu generasi” pungkas Dosen Departemen Studi Kejepangan tersebut.

Open chat
Ada yang bisa kami bantu ?