Jalin MoU dengan Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI), FIB siap Sertifikasikan Juru Bahasa dan Penerjemah

image

MOU HPI dan FIB UNAIR

          Perkembangan profesi akademik di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga khususnya terkait dengan penjurubahasaan dan penerjemahan dipastikan lebih produktif setelah disepakatinya kerjasama dengan Himpunan Penerjemah Indonesia.

Sabtu, 23 Maret 2019 di Ruang Chairil Anwar, Fakultas Ilmu Budaya, telah diadakan penandatanganan nota kesepemahaman antara Fakultas Ilmu Budaya (FIB) dan Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI). Pada momentum tersebut, nota kesepemahaman ditandatangani oleh Dekan FIB, Diah Ariani Arimbi dan Ketua Umum HPI, Hananto Sudharto.

            Tujuan dari penandatanganan tersebut adalah untuk pengembangan kelembagaan baik FIB maupun HPI yang memang di dalamnya ditopang oleh unsur-unsur yang bergelut dengan dunia penjurubahasaan sekaligus penerjemahaan.

            “Tujuan MoU ini dalam rangka pengembangan kelembagaan, dengan memanfaatkan sumber daya yang dapat disediakan oleh masing-masing pihak untuk kepentingan pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat,” ujar Ferry Fahmi selaku humas HPI pada acara tersebut.

            Hal serupa juga disampaikan oleh Wakil Dekan 3 FIB UNAIR yang membidangi kerjasama, Rizki Andhini Ph.D, yang berharap dengan penandatanganan nota kesepemahaman ini akan lebih memudahkan civitas akademika FIB untuk meningkatkan keterampilan penjurubahasaan dan penerjemahan bahasa melalui penyelenggaraan pelatihan-pelatihan dan ujian oleh HPI.

            “Dengan ini, ujian dan pelatihan-pelatihan penjurubahasaan serta penerjemahan kami harap akan rutin diselenggarakan. Karena sebenarnya banyak interpreter berbagai macam bahasa di Jawa Timur, tapi selama ini  pelatihan maupun ujiannya hanya ada di Malang,” pungkasnya.

            Penandatanganan MoU  ini dilanjutkan dengan rangkaian acara Seminar Penerjemahan dan Pelatihan Penjurubahasaan oleh HPI untuk civitas akademika FIB. (slh/kkh)