Adera Meriahkan Puncak Festival Budaya FIB UNAIR

image

UNAIR NEWSFestival Budaya (fesbud) sebagai ajang tahunan yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga berlangsung meriah pada Sabtu malam (24/11). Rangkaian fesbud bertema Cultural Diversity digelar di lapangan Magister Manajemen UNAIR.

“Fesbud  juga merupakan acara untuk merayakan Dies Natalis Fakultas Ilmu Budaya, yang kebetulan di tahun ini menginjak 20 tahun,” jelas Ulfah Fauziah, Ketua Fesbud 2018.

Fesbud diramaikan oleh penampilan komunitas dan badan semi otonom (BS0) mahasiswa FIB seperti Pakarsajen (grup karawitan), BSO musik, edsaman (tari saman), tari yosakoi, tari tradisional, modern dance, cheerleading, teater Gapus, dan banjari sejarah.

Tidak hanya itu, fesbud juga dimeriahkan oleh berbagai komunitas budaya dari Surabaya. Seperti Komunitas Ukulele, Komunitas Angklung, Komunitas Kolintang, Komunitas Keroncong, serta Komunitas Orkes Do’a Ibu Surabaya.

Penampilan Adera

Puncaknya, fesbud dimeriahkan oleh musisi Adera. Begitu Adera naik ke panggung, suasana di sekitar panggung ramai dengan teriakan histeris para Aderable (sebutan fans Adera, Red). Sebelum bernyanyi, Adera bercerita tentang kehidupan yang menjadi inspirasi lagunya.

Diawali dengan lagu Bahagia Bersamamu, penonton dengan antusias ikut bernyanyi. Bahkan beberapa tak sungkan untuk berteriak histeris memanggil-manggil nama Adera. Setelah sederetan lagu galau dan sedih, Adera menutup penampilannya dengan lagu Lebih Indah.

Dan kau hadir merubah segalanya menjadi lebih indah, kau bawa cintaku setinggi angkasa membuatku merasa sempurna, dan membuatku utuh tuk menjalani hidup berdua denganmu selama-lamanya kaulah yang terbaik untukku,” diiringi sorak-sorai penonton yang semakin menghiasi lagu tersebut.

Sesuai dengan tema acara, fesbud juga turut mengundang Direktur Wisma Jerman Mike Neuber untuk berbagi tentang budaya Jerman dan pengalamannya selama berada di Indonesia.

“Bahkan MC (master of ceremony, Red) dan moderator kami tadi memakai baju Jerman, sementara Neuber memakai batik. Kemudian Neuber juga memberi doorprize bagi yang dapat menjawab pertanyaan seputar kebudayaan Jerman,” terangnya.

Dengan adanya kegiatan tahunan ini Ulfa berharap agar civitas akademika FIB lebih guyub. “Semoga ke depan lebih meriah, lebih berbudaya, dan bisa menjadi pelopor mahasiswa yang cinta budaya Indonesia,” pungkasnya. (*)

Penulis : Fariz Ilham Rosyidi

Editor: Binti Q. Masruroh

sumber http://news.unair.ac.id/2018/11/27/adera-meriahkan-puncak-festival-budaya-fib-unair/