Pakarsajen Hadirkan Kisah Cinta Malini dalam Ngangsu Candra Kidung 2018

image

Pakarsajen Hadirkan Kisah Cinta Malini dalam Ngangsu Candra Kidung 2018

Pada 15 November 2018 BSO Pakarsajen (Paguyuban Karawitan Sastra Jendra) Fakultas Ilmu Budaya berhasil menyuguhkan pentas sendratasik tahunan “Ngangsu Candra Kidung” di Gedung Taman Budaya Cak Durasim. Lakon kali ini berjudul Kamanala Malini yang diadaptasi dari kisah pewayangan Wirataparwa yang merupakan bagian keempat dari epos Mahabarata.

Pagelaran bercerita tentang penyamaran Pandhawa dan Drupadi di Kerajaan Wirata. Drupadi yang menyamar sebagai Malini rupanya membuat sang Patih Wirata, Kicaka, jatuh hati pada kelembutannya dan berniat memperistri Malini. Malini menolaknya. Dengan merencanakan perjanjian temu dengan Kicaka, niat hati ingin melamar Malini, Ia malah terbunuh di tangan Bima. Dalam pentas malam itu, penggambaran sosok wanita yang kuat ada dalam sosok Malini. Sebagaimana pesan yang ingin disampaikan sutradara kepada 600 lebih penonton yang memadati kursi dan tribun. Kamanala Malini sendiri memiliki arti api asmara Malini. “Kami ingin menyampaikan bahwa di dunia ini wanita masih mempunyai kekuatan, di sana (pentas) kami membawa bunga teratai sebagai lambang kekuatan wanita.” tutur sutradara pentas, Angga Aditiyak.

Ngangsu Candra Kidung merupakan proyek pentas akbar tahunan yang digelar rutin sejak tahun 2009. Dengan mengambil makna rembulan yang akan kembali menyanyikan keindahannya, diharapkan pentas ini dapat menggugah kawula muda untuk mau mengenal budaya tradisional yang dimiliki Indonesia.(rni/kkh)