LINTANG, MAHASISWA FIB JUARAI BACA PUISI PEKSIMINAS 2018

image

LINTANG, MAHASISWA FIB YANG JUARAI LOMBA BACA PUISI PEKAN SENI MAHASISWA TINGKAT NASIONAL (PEKSIMINAS) 2018

Nurmutiara Lintang Sari, mahasiswa Sastra Indonesia FIB Universitas Airlangga, berhasil menjadi juara 1 Baca Puisi Putri dalam even PEKSIMINAS (Pekan Seni Mahasiswa Nasional) XIV di Yogyakarta 2018. Prestasi tersebut membuktikan bahwa proses kreatif dalam hal pengembangan minat dan bakat di FIB berjalan dengan baik.

Prestasi Lintang tidak diraih dengan mudah. Pada 2016, Lintang sudah mencoba mengikuti lomba yang sama, namun ia gagal di seleksi tingkat regional. “Peruntungan yang tidak terlalu beruntung. Saya dicukupkan Tuhan untuk bersyukur pada nomer 4 se-Jatim di Peksimida,” ujarnya.
“Akhirnya, 2018, di penghujung usia batas persyaratan Peksiminas, saya sekali lagi tidak menyerah dan berusaha menutup telinga dari banyak nyinyiran orang yang bosan melihat saya merampok kejuaraan di cabang yang sama tanpa ada peningkatan. Saya berangkat dengan keadaan psikologis yang penuh ketakutan dan kebahagian yang berkecamuk secara bersamaan. Saya begitu takut dengan kekalahan dan saya begitu bahagia bisa menjadi bagian dari Jawa Timur untuk berlaga di nasional,” lanjutnya.

Lintang berangkat bersama kontingen lainnya dari Jawa Timur. Dengan persiapan matang dan dukungan dari senior-seniornya di Teater Gapus, salah satu BSO (Badan Semi Otonom) di FIB Unair, Lintang terus berlatih. Pada 2017 lalu dia juga memenangi lomba baca puisi di ajang Dies Natalis Universitas Airlangga. Namun, ia tidak puas. Ia ingin berkiprah di level yang lebih luas. Maka, Lintang tak dapat menyembunyikan kebahagiaan saat namanya disebut sebagai pemenang pertama lomba baca puisi tingkat nasional yang diadakah tiap dua tahun sekali itu. “Seperti terlahir kembali, saya mengulang lagi proses merangkak, jalan dan lari. Sangat tidak mudah, apalagi harus sering menguatkan diri ketika tiba-tba yang datang adalah ingatan tentang Ayah dan Mama,” pungkasnya.