NGANGSU CANDRA KIDUNG 2018

image

NGANGSU CANDRA KIDUNG 2018

     

Siapa yang tidak kenal Pakarsajen? Salah satu ormawa dari FIB, Unair yang mengembangkan seni karawitan ini bisa dibilang sudah familiar di beberapa kalangan bahkan sampai ke luar Universitas Airlangga. Nama Pakarsajen sendiri besar berkat kegiatan yang diadakan Pakarsajen telah mendapatkan tempat di hati para penikmat. Acara “Ngangsu Candra Kidung” merupakan acara rutin berupa sendratasik yang dihelat Pakarsajen tiap tahun, merupakan salah satu faktor yang membesarkan namanya. Ngangsu Candra Kidung sendiri melibatkan individu pecinta seni, penikmat seni, dan semua pihak yang tetap ingin melestarikan budaya.

 Dalam perjalanannya, Ngangsu Candra Kidung atau NCK lahir pertama kali pada tahun 2009 kemudian menjadi agenda rutin yang berhasil diselenggarakan tiap tahunnya sampai saat ini. NCK bisa dibilang bukan pagelaran yang main-main karena berhasil menarik penonton yang jumlahnya fantastis dan selalu bertambah setiap tahunnya. Pada 2014, penonton yang menghadiri NCK sebanyak 300 orang, dan meningkat menjadi 600 orang pada NCK tahun 2015. Kemudian meningkat lagi menjadi sekitar 900 penonton di tahun 2016. Apresiasi positif dan sambutan meriah yang datang dari khalayak luar ini menjadi prestasi tersendiri bagi Pakarsajen yang notabene adalah ormawa fakultas.

Pada tahun ini Ngangsu Candra Kidung akan dihelat pada

Hari/Tanggal   :   Kamis, 15 November 2018

Pukul               :   18.00 s.d. 21.00 WIB

Tempat            :   Gedung Cak Durasim

                             Jalan Genteng Kali 85, Surabaya, Jawa Timur

Pastinya akan menyuguhkan penampilan dengan cerita yang lebih menarik dan kental akan budaya Indonesia. Tema yang diusung kali ini adalah “Mahabharata”. Dalam pementasan Mahabharata, terdapat salah satu gending yang mempunyai makna sangat mendalam. Gending “Serayu” menjadi salah satunya. Lagu ini menggambarkan nikmat yang telah diberikan oleh Gusti Allah kepada kita semua, salah satunya kenikmatan berupa air danau yang segar dan jernih. Semua kenikmatan berasal dari sang pencipta, Gusti Allah. Rasa syukur yang selalu tercurahkan menjadi wujud ketidaklupaan kita kepada Sang Pencipta. Hal ini juga yang menjadi konsentrasi Pakarsajen dalam mengembangkan paguyubannya. Kita boleh mengejar duniawi tapi tidak dengan melupakan akhirat. Kita boleh bermain-main di dunia tapi tidak untuk menderita di akhirat. Nikmat dan kemudahan yang ada semata-mata karena Allah dan bisa menghilang dalam kedipan mata. Pakarsajen menjadi paguyuban yang akan memberikan kesenangan dunia dengan alunan gending-gending tradisional jawanya yang special, namun juga mengedepankan moralitas. Bersenang-senang dengan diiringi rasa syukur atas kesenangan tersebut.

Ngangsu Candra Kidung yang Pakarsajen sajikan bukanlah pagelaran biasa, tentunya memberikan pesan yang bermanfaat dalah kehidupan kita sebagai manusia berbudaya. Sekilas tema tentang “Mahabarata” yang dihubungkan dengan gending “Serayu” yang berisikan tentang nikmat dan rasa syukur tentunya akan membuat kita penasaran. Rasa penasaran kita akan tertuntaskan pada tanggal 15 November 2018. Tepat pada malam jumat, kita bersama-sama akan memperkenalkan dan melesarikan budaya bangsa pada masyarakat luas. Jadilah salah satu manusia yang melestarikan kekayaan bangsa dengan berkontribusi dalam kegiatan Ngangsu Candra Kidung 2018.

Salam Nguri-nguri ing budoyo kanggo mulyaning Negoro