Leon, Mahasiswa University of Hamburg Pemenang Lomba Pidato Bahasa Indonesia Berikan Kuliah Tamu di Fakultas Ilmu Budaya

image

Leon, Mahasiswa University of Hamburg Pemenang Lomba Pidato

Bahasa Indonesia Berikan Kuliah Tamu di Fakultas Ilmu Budaya

 Leon Woltermann, mahasiswa Hamburg University, Jerman yang menjuarai Lomba Pidato dan Bercerita dalam Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (APLP BIPA) 2018, pada tanggal 20 September 2018 lalu berkesempatan memberikan kuliah tamu di gedung Fakultas Ilmu Budaya. Acara ini dihadiri banyak audience yang penasaran seorang bule membeikan kuliah dengan menggunakan bahasa Indonesia.

Dalam kesempatan siang itu, ia banyak memaparkan kesannya terhadap negara Indonesia. Leon juga banyak mengungkapkan beberapa perbedaan di negara asalnya, Jerman, dan Indonesia. Dari segi kehidupan dan gaya hidup yang tentunya dirasa sangat berbeda. Para audience pun merasa mendapat masukan pengetahuan baru. Baik pandangan orang luar terhadap bangsa Indonesia, maupun kehidupan masyarakat Jerman.

Leon membawa kelas itu terasa ringan dan interaktif. Dia membuka kesempatan luas untuk para audience melontarkan tanya. Meskipun terkadang dia meminta pengulangan dikarenakan tidak sepenuhnya memahami. Leon merasa kemampuan berbahasanya masih sangat kurang, kendati telah mampu menjadi juara pertama dalam kategori lomba pidato Bahasa Indonesia dalam APLP BIPA 2018.

Dia juga menceritakan sedikit pengelamannya saat mengikuti lomba. Dengan tema utama Bhinneka Tunggal Ika, pengalaman selama magang di Pontianak, Kalimantan Barat ia jadikan sebagai bahan isi pidatonya. “Bulan Mei saya mengetahui ada lomba pidato di Kedutaan Besar Indonesia untuk Jerman, jadi saya pikir itu bisa menambah ilmu memperdalam kemampuan dan pengetahuan saya tentang Indonesia.” Kenangnya. Ia juga  mengaku, belajar bahasa Indonesia tak ubahnya seperti panggilan nurani. Tidak seperti ketika ia mengunjungi negara lain, ketika ia kali pertama datang ke Indonesia, kebudayaan Indonesia mudah ia pahami dan terima. Leon juga menambahkan, “Saya pikir bahasa Indonesia saat ini semakin penting di dunia,” tuturnya. Dirinya juga banyak mengikuti perkembangan Indonesia melalui literasi. Kunjungan Leon ke FIB juga merupakan bagian dari inisiasi kerjasama Double Degree antara Magister Kajian Sastra dan Budaya FIB Unair dengan Magister Languages and Cultures of Southeast Asian University of Hamburg. (rni/kkh)