Prodi Studi Kejepangan Gelar Forum Ilmiah Indonesia-Jepang

image

Prodi Studi Kejepangan Gelar Forum Ilmiah

Indonesia-Jepang

Tahun 2018 menjadi sebuah penanda peringatan 60 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Jepang sejak ditandatanganinya Perjanjian Perdamaian Indonesia-Jepang pada tahun 1958. Sebagai “mitra stategis”, kedua negara selalu memperkuat kerja sama di berbagai bidang, tidak hanya ekonomi dan politik, naun juga pendidikan, sosial, dan budaya.

Pada peringatan kali ini, Jurusan Studi Kejepangan Fakultas Ilmu Budaya memiliki cara tersendiri demi merayakan momentum ini. Adalah International Symposium and Workshop On Japanese Studies, yang merupakan tonggak forum ilmiah pertama yang diadakan oleh kedua negara.

Simposium ini diiisi 32 pemateri dari berbagai negara. Tujuan terjalannya acara ini tidak hanya untuk sekadar perayaan, tetapi juga dalam rangka pertukaran informasi dan mendorong kerjasama penelitan studi kejepangan dari Indonesia dan Jepang, serta dari negara lain. “Kami berharap bahwa hasil dari penelitian simposium ini dapat membuka pikiran kita akan horizan pengetuan yang lebih luas, sehingga kita dapat melakukan penelitian yang lebih baik dan berkelanjutan,” tutur Antonius R. Pujo Purnomo, Ph.D., ketua pelaksana International Symposium on Japanese Studies.

Salah satu pemakalah dari Komozawa Womens University, Morris Jonathan Paul, Ph.D. juga mengungkapkan hal positif terselenggaranya acara ini. Hal ini baginya juga merupakan kesempatan untuk mengutarakan ide atau penelitian yang dimiliki. “It’s general thing to learning about traditional wisdom, knowledge, sharing, and from different culture, So, I think it’s great chance,” tandasnya. (rni/kkh)