MAHASISWA BARU FIB DITANTANG GO INTERNATIONAL

MAHASISWA BARU FIB DITANTANG GO INTERNATIONAL

Pada tanggal 2 Juli 2018 kemarin, Fakultas Ilmu Budaya mengadakan Pengukuhan Mahasiswa baru FIB, yang juga mengikutsertakan perkenalan jajaran Dekanat dan staf dari fakultas yang turut dalam acara tersebut.

Sebagai rangkaian acara orientasi mahasiswa dari Universitas Airlangga, para Maba atau mahasiswa baru juga menjalani orientasi di fakultas masing-masing. Ketika tiba saatnya para mahasiswa baru FIB untuk menjalaninya pada 2 Juli 2018 lalu, pengukuhan tersebut bertempat di Hall Lt. 1 dari Fakultas Ilmu Budaya. Jajaran Dekanat yang tampak hadir ialah Bu Diah Ariani Arimbi, S.S., M.A., Ph.D selaku Dekan FIB, Pak Puji Karyanto, S.S., M.Hum. selaku Wakil Dekan I, Bu Nur Wulan, Dra., M.A., Ph.D selaku Wakil Dekan II, Bu Rizki Andini, S.Pd., M.Litt., Ph.D selaku Wakil Dekan III dan Pak Mochtar Luthfi, S.S., M.Hum. selaku Koordinator Staf Dekanat. Selain itu, para dosen dan staff akademik FIB yang hadir ialah Pak Bayu Laksono, S.E. selaku Kasubag Kemahasiswaan, Pak Gayung Kasuma, S.S., M.Hum. selaku Ketua Departemen Ilmu Sejarah (S1), Pak Ikhsan Rosyid, S.S., M.A. selaku Sekretaris Departemen Ilmu Sejarah (S1), dan Bu Salimah, S.S., M.Hum. selaku Sekretaris Departemen Bahasa dan Sastra Inggris (S1). Selain itu, ada pula Bu Dwi Handayani, Dra., M.Hum. selaku Ketua Departemen Bahasa dan Sastra Indonesia (S1), Pak Bramantio, S.S., M.Hum. selaku sekretaris Departemen Bahasa dan Sastra Indonesia (S1), Pak Antonius Pujo Purnomo, S.S., M.A. selaku Ketua Departemen Studi Kejepangan (S1) dan Bu Adis Kusumawati, S.S., M.Hum selaku sekretaris Departemen Studi Kejepangan (S1).

Sambutan pertama kali disampaikan Pak Mochtar Luthfi, yang memberi selamat pada para Maba FIB 2018 sekaligus mempromosikan pertunjukan yang akan diadakan di FIB beberapa waktu kemudian: “Anda termasuk beruntung masuk FIB karena sebentar lagi Anda akan nonton pentas Putu Wijaya dan Wayang Orang.” Selanjutnya, pembukaan disampaikan oleh Bu Diah Ariani Arimbi, yang menyemangati para Maba FIB untuk tetap menjaga kesehatan fisik dan mental karena rangkaian acara masih akan berlangsung sampai 2 minggu lagi. Beliau menceritakan sejarah singkat Fakultas Ilmu Budaya yang dulunya bernama Fakultas Sastra di tahun 1998. Sembari menjelaskan keempat jurusan yang ada (Bahasa dan Sastra Inggris, Bahasa dan Sastra Indonesia, Ilmu Sejarah dan Studi Kejepangan), beliau memperkenalkan masing-masing anggota Dekanat, dosen dan staf, sekaligus peran mereka dalam bidang masing-masing. Bu Diah menutup sambutannya dengan pesan, “Sekali lagi, saya ucapkan selamat datang di FIB. Semoga kerasan, tapi jangan terlalu karena nanti nggak lulus-lulus,” yang disambut dengan gelak tawa para mahasiswa baru.

Selain itu, Bu Diah turut pula memperkenalkan para staf lain, seperti Pak Guntoro sebagai Kabag KTU (Kepala Tata Usaha), lalu empat Kasubag sekaligus: Bu Yami sebagai Kasubag Sarpras, Pak Bayu sebagai pengurus kompetisi, Pak Yus sebagai Kasubag Akademik, dan Pak Sumaryono sebagai Kasubag Keuangan. “Jadi, ada kira-kira 90 dosen dan 50 tendik di FIB ini,” rangkum Bu Diah. Beliau menyampaikan tambahan informasi terkait rangkaian acara Dies Natalis yang terdiri dari beberapa acara utama, yakni Pementasan Drama Putu Wijaya, Wayang Orang, dan Pertunjukan Musik Letto.

Selanjutnya, Wakil Dekan I FIB, Pak Puji, mengucapkan selamat pada para mahasiswa baru FIB dan mengingatkan agar mereka tetap menjaga kesehatan hingga rangkaian acara berakhir. Mengenai kendaraan, Pak Puji mengingatkan para mahasiswa baru tersebut agar tidak membawa mobil saat datang berkuliah, dan bahwa mereka baru diperbolehkan membawa mobil setelah memasuki semester 5 nanti. Selain itu, Pak Puji juga menyampaikan bahwa, “Angkatan Anda ini, angkatan 2018, adalah angkatan khusus. Mengapa? Karena penilaian saat ini dirubah: 86 baru bisa dapat A. Tidak seperti senior-senior Anda, yang begitu dapat nilai 75 sudah dapat A. Lalu, evaluasi studi sekarang akan dilakukan di semester 2, bukan di semester 4 lagi. Mereka yang akan terkena evaluasi adalah mereka yang tidak bisa mencapai 20 sks pada capaian pembelajaran akhir. Bagi yang mendapat beasiswa Bidik Misi, evaluasi ini malah dilakukan di tiap akhir semester.” Beliau juga mengingatkan bahwa dalam waktu dekat tersebut, fakultas akan mengadakan pertemuan orang tua, dan bahwa para orang tua juga akan mendapatkan akun Cyber Campus untuk dapat mengecek keseharian presensi putra-putri mereka.

Berikutnya, Bu Diah sekali lagi mendapat kesempatan berbicara dan mempromosikan kepada para mahasiswa baru untuk mengikuti program student exchange ke Malaysia dan memperoleh beasiswa dari Jepang (Shizuoka University) dan Singapura (National University of Singapore), dan lain sebagainya. Beliau lantas menyampaikan pesan terakhirnya, “Bermimpilah setinggi langit. Enjoy the ride. Nikmati saat-saat jadi mahasiswa, it’s a once in a lifetime opportunity.” Terakhir, Pak Luthfi turut pula menyampaikan penutupnya, “Masa terindah adalah saat menjadi mahasiswa. Kalau ada yang bilang masa SMA itu masa terindah, itu sudah masa lalu,” dan kemudian disambut tepuk tangan meriah dari pada mahasiswa baru. (ana/kyk)