IKUTI KOMPETISI “SUPER SOCCER I GOT GAMEǃ PES 2018”, MAHASISWA MAHASISWA FIB TERBANG KE ITALIA

image

IKUTI KOMPETISI “SUPER SOCCER I GOT GAMEǃ PES 2018”, MAHASISWA MAHASISWA FIB TERBANG KE ITALIA

Di era digital dan teknologi informasi, tentu sulit bagi generasi milenial melepaskan diri dari video game. Tantangannya adalah bagaimana meraih prestasi dengan menggunakan video game. Muhammad Adib Abidin, Mahasiswa Ilmu Sejarah FIB, berhasil menorehkan prestasi gemilang di ajang “Super Soccer I Got Gameǃ PES 2018” di tingkat regional maupun nasional.

Caption: Muhammad Adib Abidin, tengah, bersama kontingen lainnya.

Muhammad Adib Abidin berhasil menjuarai kompetisi “Super Soccer I Got Gameǃ PES 2018” tingkat regional yang kemudian mengantarkannya menjadi perwakilan Surabaya untuk ajang PES 2018 tingkat nasional di Jakarta, di mana babak grand final-nya dilakukan pada tanggal 30 Juni 2018 di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan. Mahasiswa yang akrab dipanggil Adib tersebut berhasil menyabet peringkat keempat di kompetisi tersebut.

            Tiga besar pemenang “Super Soccer I Got Gameǃ PES 2018” diberangkatkan ke Italia, namun karena pemenang ketiga tidak memenuhi syarat administrasi, maka Adib sebagai pemenang ke-4 didapuk untuk menggantikan pemenang ke-3 dan berangkat ke Italia bersama kedua pemenang lainnya.

            Adib mengakui bahwa dirinya telah puluhan kali mengikuti kompetisi tersebut namun belum pernah berhasil hingga akhirnya tahun ini ia berhasil menyabet gelar juara.

            “Ini adalah hasil dari kesabaran dan puluhan kali mencoba mengikuti kompetisi hingga akhirnya yang kali ini dapat meraih juara,” tambahnya.

            Saat ditanya mengenai suka-dukanya mengikuti kompetisi “Super Soccer I Got Gameǃ PES 2018”, ia menyatakan sedikit terkendala bahasa saat berada di Italia. Hal itu terjadi karena sebagian kru di sana tidak mengerti Bahasa Inggris.

            “Namun hal paling berkesan selama di Italia ialah saat tim kami diwawancari oleh komentator Liga Inggris, percakapan kami disela oleh seorang rapper asal Inggris yang mengatakan bahwa saat melihat kami bermain dia tersentuh karena tim Indonesia bermain tidak hanya menggunakan jari tapi juga dengan menggunakan hati. Hal itu karena kami memang bermain dengan penuh perhitungan dan strategi sementara tim lain tidak,” kenangnya.

            Akhirnya, Adib menyatakan bahwa ia sangat senang karena berhasil menorehkan prestasi di bidang yang sangat disukainya.

            “Selain itu, dapat berhasil membawa nama Indonesia di kancah Eropa merupakan sesuatu yang sangat membanggakan,” pungkasnya.