Kaji Etnis Uyghur, Mahasiswa Asal Cina Raih Gelar Master di FIB

image

KAJI ETNIS UYGHUR, MAHASISWA ASAL CINA RAIH GELAR MASTER DI FIB

 Sun Wanting, mahasiswi asing dari Tiongkok, baru saja menyelesaikan studi masternya di prodi S2 Kajian Sastra dan Budaya (KSB), Fakultas Ilmu Budaya, Unair. Penelitiannya tergolong berani, yakni mengkaji etnis Uyghur, komunitas muslim di China.

Foto: Sun Wanting dan dosen pembimbing tesisnya, Mas Kukuh Yudha Karnanta, S.S., M.A.

Masuk sebagai mahasiswi prodi S2 Kajian Sastra dan Budaya (KSB) angkatan 2016, Sun Wanting, atau yang akrab disapa ‘Ana’ oleh sahabat-sahabatnya, dulu menyelesaikan studi S1 dengan jurusan Bahasa Indonesia di Guangxi University of Nationality di Nanning, Guangxi. Ia berkata bahwa kampus tersebut sangat terkenal dengan spesialisasi jurusan bahasa-bahasa dari Asia Tenggara. Ketika ditanya apa alasan memilih mempelajari Bahasa Indonesia, Ana menjawab, “Karena Bahasa Indonesia merupakan salah satu bahasa pelopor di universitas tersebut, dan bahasa Indonesia lebih mudah jika dibandingkan Bahasa Laos, Vietnam.” Ana memperoleh beasiswa penuh dari pemerintah Indonesia, yakni Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB Scholarship), dan ia langsung memilih Universitas Airlangga sebagai tempat melanjutkan studi. Akan tetapi, Ana tidak langsung mulai kuliah. Selama setahun, ia berada di Yogyakarta di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) untuk studi Bahasa Indonesia terlebih dahulu.

Saat ditanya bagaimana kesannya saat belajar di Unair, Ana menjawab bahwa suasana di Tiongkok dan Indonesia berbeda. Menurutnya, suasana di Tiongkok cenderung individualis lantara para mahasiswa hanya akan datang ke kampus jika ada urusan, dan mereka langsung pulang begitu selesai kuliah. Sementara itu, suasana belajar di Indonesia lebih kental karena mahasiswa begitu selesai kuliah, mereka tidak langsung pulang, namun berkumpul dan nongkrong bersama. Ana menyebut bahwa dirinya jauh lebih cocok dengan suasana keakraban di Indonesia. Walau banyak mata kuliah di sini dirasanya sulit, namun Ana menganggapnya menarik karena hampir semuanya berkisar tentang budaya. Ia sendiri mengagumi aspek-aspek budaya tradisional Jawa seperti gamelan dan wayang, sementara untuk makanan ia menyukai tumpeng, ikan bakar dan sambal. Saat kuliah, Ana sejak awal mantap memilih minat Budaya. Ketika ditanya mengenai kesan terhadap dosen-dosen di FIB, Ana berkata bahwa dosen-dosen tersebut memiliki banyak pengalaman, ramah, dan perhatian terhadap dirinya. Sejauh ini, mata kuliah yang menurutnya paling berkesan ialah Teori Budaya Kontemporer dan Subkultur, yang masing-masing diajar oleh Dekan FIB yakni Bu Diah Ariani Arimbi, Ph.D, dan Pak Irfan Wahyudi, Ph.D, dosen jurusan Ilmu Komunikasi FISIP Unair yang juga mengajar di Magister Kajian Sastra dan Budaya.

Untuk tugas akhirnya, Ana meneliti representasi kelompok minoritas etnis Uyghur dalam berita China Daily dan BBC sebagai judul tesis. Ia telah mulai menulis rancangan tesis tersebut sejak pertengahan semester 3, yakni saat mengambil mata kuliah Rancangan Tesis dan Seminar Proposal Tesis. Setelah lulus seminar proposal, ia lantas memperoleh dua dosen pembimbing, yakni Bu Diah Ariani Arimbi, Ph.D. selaku Pembimbing I, dan Kukuh Yudha Karnanta, S.S., M.A. selaku Pembimbing II. Ketika ditanya mengenai bagian tersulit  dari pengerjaannya, Ana memaparkan bahwa “Wawancara narasumber sulit karena redaksi di negara komunis kurang terbuka. Waktu mau wawancara aku ditolak berkali-kali sama pihak sana (China Daily).” Selain itu, Ana juga sempat mengalami kendala bahasa lantaran tak terbiasa membuat tulisan akademik yang panjang dalam Bahasa Indonesia. Dalam proses penulisan, ia memang dibantu Mas Kukuh dan salah seorang sahabatnya yang juga alumni KSB angkatan 2015, yakni Ardhina Saraswati, S.Hum., M.Hum. Akhirnya, ia berhasil mempertahankan tesisnya di depan para penguji sidang pada 18 Juli 2018 lalu dengan nilai A. Tambahan lagi, Ana sangat senang karena banyak teman dan dosen yang bersedia membantunya setiap kali ia mengalami kesulitan dalam perkuliahan atau pengerjaan tesis. (ana/kkh)